Category Archives: Keteladanan Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As

Sebagai muslim sejatinya kita paham apa makna besar dibalik perayaan Idul Adha dengan ibadah haji & penyembelihan hewan kurban

Jika kita merenung sejenak memahami lebih dalam tentang makna yang terkandung pada hari raya Idul Adha yaitu tentang ketaatan, pengorbanan dan persatuan umat Islam. Tentunya dari makna tersebut kita dapat mengambil banyak pelajaran yang dapat kita contoh untuk mengarungi kehidupan menjadi baik. Setiap tahun kita merayakan Idul Adha dan atau yang santer disebut hari raya qurban tetapi pada faktanya apakah kita memahami makna besar yang terkandung dalam berkurban dengan menyembeleh hewan kurban yang merupakan sunnah yang dapat kita ambil hikmahnya dimana disamping sebagai ibadah serta membudayakan sifat suka member pada sesame umat manusia kita juga berupaya menyembelih sifat-sifat hewan yang mengikuti sikap hidup kita agar perayaannya pun tidak terkesan hanya sebatas rutinitas saja. Maka sejatinya kita berusaha memenuhi panggilan sunnah Nabi Ibrahim As tersebut paling tidak 1 x seumur hidup kalau tidak bisa setiap tahunnya.
Ketaatan dan pengorbanan. Ketaatan dalam konteks ini senantiasa mengambil tanggungjawab atas perintah Allah SWT, meskipun untuk itu kita mesti mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai. Dan juga tentang Pengorbanan dalam artian sikap mengorbankan apa saja yang kita miliki dan cintai sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah SWT.
Kisah menarik tentang ketaatan, pengorbanan Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As adalah Salah satu Kisah inspiratif terkait ketaatan total dan pengorbanan sepenuhnya dalam melaksanakan perintah Allah SWT . Hanya dengan mimpi Nabi Ibrahim a.s. harus ikhlas menyembelih Ismail putera kesayangan sematawayangnya. Yang lebih menakjubkan perintah tersebut disambut ismail as dengan penuh kerelaan tampa sedikit pun merasa dikorbankan, hal ini memberi kita makna luar biasa dimana tidak ada yang lebih penting daripada perintah Allah SWT bahkan dari nyawa sekalipun, semangat berkorban ini telah menginspirasi para mujahid dalam memenuhi panggilan jihad. Maka sejatinya janganlah sembarangan dalam mengobarkan panggilan jihad pada umat islam dengan tujuan pribadi dan atau golongan tertentu kecuali memang tulus untuk Allah SWT.
Mungkin berat bagi kita untuk meniru mentalitas Nabi Ibrahim As yang teguh menjalankan perintah Tuhannya dengan kenabiannya, akan tetapi bagaimana dengan mentalitas Ismail muda yang ketika itu belum diangkat menjadi nabi, dalam hal ketaatan kepada perintah Allah SWT. Hal ini bisa kita ambil hikmah dan atau aplikasikan paling tidak dengan mengorbankan sedikit waktu, pikiran untuk mengkaji Islam sembari memberi pemahaman alakadarnya walaupun disela-sela kesibukan kita sehari-hari.
Disisi lain berkumpulnya jamaah haji dari seluruh pelosok dunia dimakkah almukarromah akan menyadarkan kita, bahwa yang mempersatukan umat Islam hanya satu faktor saja, tidak lebih, yaitu perintah Allah SWT. Jamaah haji akan dapat menyaksikan berkumpulnya umat Islam dari seluruh pelosok dunia untuk melakukan ibadah yang sama, zikir yang sama, di tempat yang sama dan dengan busana ihram yang sama tanpa mempedulikan lagi batasan negara bangsa , perbedaan suku, warna kulit dan bangsa yang membuktikan dimana islam adalah agama rahmatanlilalamin yakni rahmat bagi umat di seluruh dunia tanpa mebeda-bedakan suku bangsanya. Untuk itu sebagai muslim sudah saatnya kita memahami makna besar dibalik perayaan Idul Adha dan atau mampu membawa kita pada pola pikir yang lebih damai serta tidak menjadikannya sebagai rutinitas semata yang bisa membawa kita bangga dalam keislaman akan tetapi tidak mampu membawa sifat damai dalam islam karena sifat hewan dalam diri masih berkekalan. Allohua’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.145 pengikut lainnya.