Category Archives: Mengamalkan Ilmu

Woi…!!!Menggaet Cinta Dengan Celana Dalam Bekas Adalah Kekeliruan Yang Merepotkan Orang Yang Dicintai

Paranormal dalam masyarakat diartikan sebagai pos pengaduan dan atau tempat permohonan jalur cepat, yang menanamkan jatidiri merupakan sekumpulan orang yang memiliki kemampuan spiritual serta kebatinan di atas rata rata orang pada umumnya, di indonesia banyak sekali yang mengaku dirinya paranormal dan atau dukun akan tetapi mereka hanyalah orang biasa yang belum tentu memiliki kemampuan apapun alias hanya mengaku-ngaku dan atau dikultuskan.

Fenomena ini terjadi akibat besarnya permintaan masyarakat akan paranormal atas lemahnya iman serta keyakinan terhadap Allah SWT, sebagai insan beriman tentu kita gak punya kepentingan untuk berpikir apakah memang ada yang benar-benar paranormal profesional serta mumpuni dalam bidang ilmu spiritual & kebatinan tersebut.

Ditengah kegalauan masyarakat, banyak cara oknum paranormal dalam mendedikasikan dirinya sebagai sosok paranormal yang profesional & terpercaya, untuk mendapatkan kepercayaan baik di indonesia, asia bahkan eropa sampai ada yang meluangkan waktu untuk melakukan penelitian-penelitian yang mendalam untuk sebuah ilmu pelet dan atau ilmu susuk, bahkan mempublikasikan bahwa sudah mengadakan studi banding ke beberapa negara yang masih mempercayai adanya kekuatan paranormal.

Tentu akan sangat menggelitik kalau sampai anggota parlemen ikut study banding atas hal ini dan atau mungkin juga banyak yang sudah menjadi korban paranormal dengan merogoh jutaan bahkan miliaran untuk memenangkan hati rakyat atas helat penting namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi korban sehingga ingin mengganjarnya dengan sebuah UU.

Kembali ke celana dalam sesuai dengan judul yang kita usung. By the way hidup dengan pasangan yang diimpikan tentulah menjadi hal terindah bagi semua orang yang masih memiliki rasa cinta. Maka tak heran, banyak orang berjuang keras untuk mewujudkannya. Bahkan tak sedikit yang mendatangi yang dijuluki sebagai orang pintar untuk meminta bantuan, seperti memanfaatkan pelet. Secara bahasa, ilmu pelet tergolong dalam keluarga magis dan atau sihir.

Seorang paranormal ahli pelet bisa sahaja dengan jurus mautnya mengatakan ilmu pelet merupakan suatu ilmu berkekuatan magis, yang mampu mempengaruhi alam bawah sadar seseorang secara metafisik. Di mana pada otak target akan terjadi suatu proses reaksi kimia yang kuat, menyebabkan target merasakan rasa cinta yang sangat dalam, rindu menjadi, kangen tak tertahan, yang menjanjikan ingin selalu berjumpa bertemu serta selalu ingin bersama dengan si pemeletnya meyakinkan para calon korbannya. Mitosnya begitu. Semoga tidak begitu adanya. Allohu’alam

Ciptaan Allah Bersifat Benar Persepsi Kitalah Yang Menyebabkan Sesuatu Realitas Seolah Salah

Setiap  realitas  telah  memiliki  rangkaian  alur  kebenarannya  tersendiri, berupa Sunatullah atau hukum objektif Illahiah. Dengan dan atau  tanpa dipersepsi oleh manusiapun,  fakta benar pada setiap realitas itu sudah seperti itulah adanya (the simple truths).  Tiap realitas fisik, metafisik, dan nilai-nilai kualitatif Ciptaan Allah bersifat benar dan  sedemikian  sempurna kebenarannya (seimbang dalam istilah ekonomi disebut titik ekuilibrium yaitu persinggungan garis penawaran & permintaan dengan kata lain sebagai tempat pertemuan kepentingan yang berbeda untuk dirundingrembukkan dalam bahasa kitanya disebut ruang partahian/pertemuan), sebagaimana diterangkan Al Qur’an (QS Al Mulk : 3 – 4). Atau  rumusannya  :  setiap  realitas  selalu  benar  adanya.    Yang konteksnya bahwa tiap realitas selalu memiliki fungsi kebenaran. Persepsi manusialah yang menyebabkan suatu realitas seolah salah.  Baik karena ketidak-tahuannya (dan atau pun belum tahu itu) sebagai bagian dari  keterbatasan  manusia,  maupun  karena  pengabaiannya  saat proses mempersepsi segala realitas yang Allah Ciptakan serta telah DisediakanNya guna meniti jalan yang lurus, arah yang benar.  Dengan kata lain, suatu kesalahan akan terjadi atau terwujud saat manusia keliru mempersepsi  realitas karena  terbatasnya  referensi ilmu maupun keterbatasan yang melekat pada daya pikir akalnya. Dan  akan  lebih  salah  lagi  alias  niscaya  jadi DOSA,  jika manusia salah  dalam merespon  setiap  realitas.     Yaitu  : mengabaikan dan atau tiada mengikuti  / menyelarasi  setiap hasil olah persepsi menuruti nilai-nilai kebenaran kualitatif yang mutlak sifatnya (Al Qur’an).  Contohnya manusia di jaman dahulu yang belum tahu sifat magnet dan keliru mempersepsinya. Misalkan daya tarik magnet itu karena pada magnet dianggap ada zat perekat mirip getah pohon pinus. Kesalahan seperti itu tidak berakibat dosa bagi para perseptornya. Tapi bisa jadi dosa jika daya magnet itu direspon: ditambahi mitos. Misal magnet dianggap punya daya magis berjenis tuyul dan atau sejenis dewa.  Dan ini jelas berakibat mudharat bagi para perseptornya. Respon dan persepsi yang keliru, baik karena ketidaktahuan maupun  pengabaian,  nampak  seperti dalam  budaya  animisme  yang  sarat akan mitologi, dimana magnet dan atau hal apapun bisa dianggap sebagai sesuatu yang sakral hingga dipuja kelewat ba tas melebihi pentingnya iman seperti candu kehidupan yang diwarisi secara turun temurun sebagai sesuatu hal kebiasaan yang menjadi alat pembenarannya sampai akhli hokum pon melanggar hokum hingga masuk lapas karena pengaruh kebiasaannya.    Bentuk-bentuk mitos dan atau pola pikir mitologis itu jelas jauh dari fakta kebenaran alias salah. Kita katakan salah karena tidak ada satu argumen pendukungpun yang dapat membuktikan kebenarannya, selain khayalan manusia. Terlebih karena bertentangan dengan sumber kebenaran kualitatif Al Qur’an, yang sekian ayatnya telah mengemukakan bahwa pola pikir  yang mengarah hingga  berujung  di  kemusyirikan  (memperTuhankan selain Allah) adalah dosa terbesar yang tak terampunkan. Hal itu justru identik dengan pola mitologis terhadap batu akik yang tak lain  hanyalah  sejenis  batuan  kalsedon  (Chalcedony)  atau  kristal-kristal mineral yang indah berwarna-warni, berunsur SiO2. Namun  karena  telah  dibalut  khayalan  kesadaran  manusia,  sang batu dipersepsi berisi mahluk jin & jun yang derajatnya di bawah manusia.   Maka jadilah mitos sakralisasi yang berakibat syirik.  Bila dahulu pola pikir mitologis lekat dalam budaya animisme, tapi kini mitologi  jauh  lebih  marak  lagi  !     Mitologi  berunsur  respon pengabaian, di abad modern  ini telah dikemas dalam iptek, seni, politik, budaya,  hankam, bahkan agama,  dll.    Sehingga  tampilannya  jadi  halus, seolah benar, padahal : tak kalah sesat dan atau menyesatkan. Musyrikin di jaman dahulu sembahannya bisa magnet, batu besar, pohon rimbun, hingga roti yang dibentuk menjadi dewa sembahan. Di  jaman modern kini, yang disembah  (baca  :  dipertuhankan) bisa bernama  si  Ratu  berikut  si  Roro  Kidul,  embah  jambrong,  sang akik, keris pusaka, parpol, ilmu atau iptek, uang, pangkat, popularitas, kekuasaan, dsb.  Banyak sekali.  Subanalloh…SADARlah man…!!!

Kenapa? Menuntut Ilmu dalam perspektif yang benar wajib karena kebodohan merupakan malapetaka bahaya kemusyirikan.

Kebodohan Seseorang Dan Atau Masyarakat Primitif Terbelakang Sumber Kemusyirikannya PadaNya

Memasuki tahun baru 2013 dengan semangat niat lebih baik dengan tidak bermaksud meratapi kenistaan masa lalu karena memang mata kita sengaja diletakkan Allah SWT tuhan alam semesta alam berada didepan yang mengandung makna positif menatap masa depan dalam membangun perdaban kehidupan sebagai manusia berbeda dengan mata yang diberikan kepada bangsa hewan seperti ayam kerbau ular dan atau sebangsanya yang berada disisi kiri kanan yang membuatnya doyan tengok kiri kanan gak ada orang lantas embat sahaja. Namun masa lalu gak juga perlu dilupakan sepanjang kita masih punya ingatan serta mampu mengingatnya untuk arah perbaikan masa depan sepanjang tidak sampai menimbulkan prahara pelik dalam kehidupan sekarang kedepan dan atau mejadikannya sebagai illah tentu menjadi malapetaka kemusyrikan pada sang yang maha kuasa Allah SWT tuhan alam semesta.

Pada  jaman dahulu, magnet yang kita kenal  sekarang  ini pernah dianggap  sebagai  batu  ajaib  dikarenakan  kemampuannya  dapat menarik benda-benda lain yang mengandung unsur besi. Fenomena  pada  sejenis  batu  kehitaman  bernama  batuan magnet (lodestone) yang dapat menarik jenis logam tertentu, pada jaman itu dianggap aneh karena berbeda dengan benda lainnya, seperti jenis batu lain dan besi biasa, kayu, daun, kain, dll., yang tidak memiliki daya tarik seperti halnya magnet. Dan  keanehan pada magnet di kala  itu menimbulkan  respon sebagian rakyat secara tak kalah anehnya pula.  Yakni dianggap sebagai batu bertuah, besi klenik, dst., hingga disakralkan. Barangkali mirip  dengan kegilaan masih kerap terjadi  kini,  yaitu  pola mitologis terhadap batu akik berbentuk perhiasan cincin dan atau kalung sampai ada yang mendapat gelar aneh tak bermakna potensi kompotensi keilmuan seperti bapak batu cincin.  Konon uraian awal yang agak  ilmiah tentang magnet ditulis pada tahun 1269 oleh orang Perancis bernama Petrus Peregrinus. Tapi hingga lebih dari 300 tahun setelah itu, olah persepsi manusia terhadap magnet cenderung stagnan.     Di tahun 1600 namun bukan dizaman megapro dan atau ada juga yang latah membolak balik kata menjadi promega, maksudnya di abad ke-16 dulu, William Gilbert (1544-1603) fisikawan Inggris yang merangkap dokter pribadi  ratu Elizabeth  I, melakukan penelitian pada magnet.    Hasilnya ia tuangkan menjadi sebuah buku yang berjudul Latin : De Magnete, Magneticisque Corporibus,  et De Magno Magnete Tellure (Magnet, Elemen-elemen Magnetik, dan Magnet Besar Bumi) yang dijadikan sebagai sumber tulisan ini, buku ini telah memicu penelitian yang lebih mendalam oleh para ilmuwan dari generasi-generasi berikutnya.  Sehingga kini telah diperoleh gambaran yang  jauh  lebih  jelas akan  sifat-sifat magnet, seperti berupa  karakter  komplementernya  dengan  fenomena  (arus) listrik,  yang  kemudian kian memperluas  pemanfaatannya  karena dapat direkayasa menjadi energi penerangan serta energi gerak. Kabar terkini kita ketahui pula di dunia komputerisasi, dalam piranti kerasnya, dijadikan media  penyimpan  data  berupa  disk  dan  pita magnetik. Dan beragam cara aplikasi lain beserta berbagai manfaatnya pula.  Uraian sekilas tentang magnet itu memberi sedikit gambaran bagaimana suatu benda dimitoskan di satu jaman jadi tak aneh lagi kini, bahkan menjadi ilmiah.    Bila dahulu orang yang rajin mengoleksi batuan  magnet  bisa  dicap  dukun  atau  tukang  santet,  tapi  kini boleh  jadi  bapak  montir  yang  tengah  menenteng  sebatang  besi magnet pun bisa ia seolah naik pangkat.   Bisa dikira ilmuwan kalau dia bukan pemulung. Persepsi manusia terhadap sifat magnet dan batu akik merupakan contoh kasus bagaimana suatu benda dipersepsi dengan pola pikir mitologis yang menyimpang dari alur benarnya. Dan pola mitos seperti itu dapat menjerumuskan siapapun pada kemusyirikan. Hal inilah yang menyebabkan kenapa menuntut ilmu dalam perspektif kebenaran disunnahkan bahkan wajib karena memang kebodohan sebagai sumber malapetaka kemusyirikan. Dengan kata lain kebodohan sumber kemusyirikan yang akan mengisolasi rasa adanya kebenaran Ilahi sama halnya dengan minimnya infrastruktur disuatu daerah yang membuat daerah itu menjadi terisolir sehingga buta terhadap hirukpikuknya kehidupan layaknya dikota begitu juga dengan kemiskinan kalau tidak disikapi dengan iman akan mengikis rasa syukur yang menjurus kepada kekupuran alias ingkar kepada sang khalik Allah SWT pencipta alam semesta , sehingga perlu diberantas dengan suatu program terpadu pada daerah-daerah primitif terbelakang yang rawan dengan persepsi mitologis menyimpang menyangkut nilai rasa Ketuhanan Yang maha Esa bahkan bisa sahaja mengaku bertuhan yang sebenarnya menyembah selainNya menggilai kebiasaan hidup kakek monyong dengan pola pikir kuno anti tuhan yang masih terjebak yang ingin tetap bertahan dengan prinsip hidup bak dizaman batu akik bermitologis. Pepatah mengatakan semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya begitu juga halnya semakin tinggi keilmuan seseorang akan semakin tinggi pemahamannya terhadap penciptaan alam semesta berikut aturan mainnya sehingga membawanya kepada keagungan cinta maha cintaNya yang maha kuasa. Maka gak ada yang salah ketika seorang professor teknik, Doktor filsafat, dokter umum dan atau spesialis kandungan, ekonom, akuntan dll pada akhirnya makin relijius dalam perjalanan keilmuannya karena semua sumber kebenaran keilmuan berada padaNya lagi pula spritualitas adalah kebutuhan setiap insan hanya orang bodoh yang tidak mahu tahu dengan tuhannya sang maha pencipta Allah SWT tuhan semesta alam. Menuntut Ilmu disunnahkan dalam berbagai keyakinan karena kebodohan is malapetaka kemusyirikan. Allohua’lam

Orang pintar pun binasa karena ria tanpa keikhlasan yang menjadikannya ujub dan atau sombong

Imam Al-Ghazali memberikan nasihat kepada kita : “Seluruh manusia akan binasa, kecuali orang-orang yang berilmu. Orang-orang yang berilmu pun akan binasa, kecuali orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Orang-orang yang mengamalkan ilmunya juga akan binasa, kecuali orang-orang yang ikhlas.”

Ikhlas dibuktikan dengan : amal baik yang terus-menerus tidak terpengaruh situasi dan atau kondisi, beramal diam-diam, diam-diam beramal, tidak mengharap pujian orang lain, hanya mengharap ridha Allah. Subahanalloh…

Dalam kehidupan menggapai cinta dan kasih sayang Allah SWT, kuncinya pada kata IKHLAS. Ikhlas artinya bersih, murni, 1 tujuan saja :MARDHATILLAH. Tidak yang lain !

Begitulah, hingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita, dalam sabdanya yang artinya : “Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan ke dalam hatinya, memudahkan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya…. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan rasa fakir kepadanya, mempersulit urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkannya”. (HR At-Tirmidzi). Bahkan akan bodoh dalam kepintarannya, miskin dalam kekayaannya.Wallahu a’lam.

Semoga Allah SWT memberikan jiwa ikhlas dalam hati kita. Aaaminnn.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.145 pengikut lainnya.