Menggaet Cinta Dengan Celana Dalam Bekas Adalah Kekeliruan Yang Merepotkan Orang Yang Dicintai woi…!!! ( 2 Habis )

Di Indonesia, tiap daerah memiliki ragam dan atau kekhasan ilmu pelet. Perbedaan tersebut hanya terdapat pada ritual semata. Dari sekian banyak jenis pelet daerah, konon katanya yang terkenal sepertinya ilmu pelet yang beredar di Jawa & Madura hingga mutcul pengkultusan nama bernuansa sakti berawalan Ki..Ki..kecuali kimono yang terkesan ludruk xixixi

Banyak media yang digunakan untuk ritual pelet. Mulai dari foto sasaran pelet hingga bantuan kekuatan roh halus. Ada yang menggunakan media foto, nama serta tanggal lahir si korban, baju dan atau celana bekas si target bahkan yang paling ekstrem adalah ilmu pelet yang menggunakan kekuatan roh halus dan atau mahluk halus untuk mempengaruhi korbannya.

Pelet yang menggunakan unsur kekuatan roh halus, diyakini sebagai puncak dari media pelet. Kelebihannya, korban sulit diobati, hanya sang paranormal pengirimnya yang mampu mengobatinya seperti biasanya kita mendengar celetukan seorang dan atau agen paranormal dengan nada menyeramkan.

Hingganya makin jelas bahwa kekeliruan aliran paham sesat yang dialirkan dimana adanya pengemasan khusus nuansa magis terhadap kekuatan manusia biasa menjadi sesuatu yang diluar kebiasaan hingga mampu memikat hati para korban berpaling dari akidah tauhid mengalahkan sumber kekuatan dari yang maha kuasa Allah SWT. Sihir tergolong perilaku musrik yang tiada ampun bagi yang melakukan dan atau pemakai kecuali dengan Taubatan Nasuha.

Tulisan ini adalah kajian umum tidak dikhususkan untuk menyerang siapapun urai MM Partahian Harahap SE.AK yang dalam mengurai kajian ini terkenang dengan Ayahanda tercintanya H. Untung SH yang juga dulunya pernah mendapat alamat sakti dari orang-orang yang masih keliru dengan ke-Esaan Allah SWT termasuk kakek Haji papanda ayahanda haji yang terkenal paham agama (NU) yang berhaji dengan pesawat terbang pertama dari sumatera (kalau kakek besar abangda kakek haji masih menggunakan kapal laut) juga sempat tergoda mungkin pengaruh rayuan iblis yang menopang emosi menyulut tindakan negatife padahal kakek haji juga tergolong orang yang dituakan.

Suatu ketika kita dikejudkan dengan pemandangan aneh dimana kakek haji menghadap ana nya seperti orang memohon apa memang adabnya seperti itu gak jelas juga sebagai cucu kita merasa tidak nyaman dengan pemandangan itu, apa yang membuat kakek marah besar hingga menggoyahkan keimanannya.

Katanya memang ayahanda pernah membuktikan kebatinannya dengan sebuah pohon pisang pada suatu kampong dalam tempo 1 minggu pohon pisang itu mati pucuk lalu mengering entah apa yang ayahanda siramkan tanpa sepengetahuan orang kampong hingga pohon pisang itu tewas sebagai bukti kalau beliau tidak sembarang orang kalau dipikir memang orang benaran toh “ayahanda orang sekolahan dizamannya”.

Hal inilah yang memotipasi kita dalam mendorong ayahanda menunaikan rukun islam ke 5 sembari bertaubat sebenar taubat ditanah suci wukuf di arafah makkah almunawarah dengan perongkosan hasil penjualan kavlingan tanah plus ternak almarhumah ibunda Aisyah untuk kita sebagai bekal meraih jabatan setelah menyelesaikan perkuliahan kelak jelas beliau mengenang isteri tercintanya yang teramat cantik untuk seukuran ayahanda. Kita menerimanya tidak dalam bentuk fisik uang serta menyatakan niat ingin menghajikan ayahanda tercinta dengan seizin anggota keluarga kalau ayahanda mau meluruskan niat.

Alhamdulillah terlaksana hanya 1 pintaku semoga mabrur tidak perlu mabur-mabur terlebih kabur sampai masuk kubur kiranya bisa menjaga 4 pantangan seorang haji alhasil dengan sepenuh jiwa sepenuh harap semoga dosa2 ayahanda mendapat ampunan Allah SWT dan atau bisa tenang dialam sana. Amin. Allohua’lam.

Woi…!!!Menggaet Cinta Dengan Celana Dalam Bekas Adalah Kekeliruan Yang Merepotkan Orang Yang Dicintai

Paranormal dalam masyarakat diartikan sebagai pos pengaduan dan atau tempat permohonan jalur cepat, yang menanamkan jatidiri merupakan sekumpulan orang yang memiliki kemampuan spiritual serta kebatinan di atas rata rata orang pada umumnya, di indonesia banyak sekali yang mengaku dirinya paranormal dan atau dukun akan tetapi mereka hanyalah orang biasa yang belum tentu memiliki kemampuan apapun alias hanya mengaku-ngaku dan atau dikultuskan.

Fenomena ini terjadi akibat besarnya permintaan masyarakat akan paranormal atas lemahnya iman serta keyakinan terhadap Allah SWT, sebagai insan beriman tentu kita gak punya kepentingan untuk berpikir apakah memang ada yang benar-benar paranormal profesional serta mumpuni dalam bidang ilmu spiritual & kebatinan tersebut.

Ditengah kegalauan masyarakat, banyak cara oknum paranormal dalam mendedikasikan dirinya sebagai sosok paranormal yang profesional & terpercaya, untuk mendapatkan kepercayaan baik di indonesia, asia bahkan eropa sampai ada yang meluangkan waktu untuk melakukan penelitian-penelitian yang mendalam untuk sebuah ilmu pelet dan atau ilmu susuk, bahkan mempublikasikan bahwa sudah mengadakan studi banding ke beberapa negara yang masih mempercayai adanya kekuatan paranormal.

Tentu akan sangat menggelitik kalau sampai anggota parlemen ikut study banding atas hal ini dan atau mungkin juga banyak yang sudah menjadi korban paranormal dengan merogoh jutaan bahkan miliaran untuk memenangkan hati rakyat atas helat penting namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi korban sehingga ingin mengganjarnya dengan sebuah UU.

Kembali ke celana dalam sesuai dengan judul yang kita usung. By the way hidup dengan pasangan yang diimpikan tentulah menjadi hal terindah bagi semua orang yang masih memiliki rasa cinta. Maka tak heran, banyak orang berjuang keras untuk mewujudkannya. Bahkan tak sedikit yang mendatangi yang dijuluki sebagai orang pintar untuk meminta bantuan, seperti memanfaatkan pelet. Secara bahasa, ilmu pelet tergolong dalam keluarga magis dan atau sihir.

Seorang paranormal ahli pelet bisa sahaja dengan jurus mautnya mengatakan ilmu pelet merupakan suatu ilmu berkekuatan magis, yang mampu mempengaruhi alam bawah sadar seseorang secara metafisik. Di mana pada otak target akan terjadi suatu proses reaksi kimia yang kuat, menyebabkan target merasakan rasa cinta yang sangat dalam, rindu menjadi, kangen tak tertahan, yang menjanjikan ingin selalu berjumpa bertemu serta selalu ingin bersama dengan si pemeletnya meyakinkan para calon korbannya. Mitosnya begitu. Semoga tidak begitu adanya. Allohu’alam

Bangun Bangsa Dengan Keteladanan Jenderal Besar TNI (Purn) DR (Hc) H. A H Nasution (Pahlawan Nasional)

Gambar

(lahir di sumatera, 3 Desember 1918 – meninggal di jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun)

Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya alias pencetus tidak sekedar serdadu biasa. Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI sebagai modal orde baru yang mengantarkan tokoh-tokoh militer pada peran strategis bangsa yang kemudian membunuh beliau secara politik oleh orba .

Orde baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat sahaja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif & eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya.

Tahun 1940 sebelum merdeka, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda Indonesia, ia ikut mendaftar. Ia kemudian menjadi pembantu letnan di Surabaya. Pada 1942, ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan jepang di Surabaya. Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Nasution bersama para pemuda eks-PETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat yang memiliki kepekaan terhadap rasa aman dan atau kondusifitas rakyat Indonesia yang tidak merupakan kumpulan preman dari kelompok tertentu yang hanya mementingkan kelompok sahaja.

Pada Maret 1946, ia diangkat menjadi Panglima Divisi III/Priangan. Mei 1946, ia dilantik Presiden Soekarno sebagai Panglima Divisi Siliwangi. Pada Februari 1948, ia menjadi Wakil Panglima Besar TNI (orang kedua setelah Jenderal Soedirman). Sebulan kemudian jabatan “Wapangsar” dihapus dan ia ditunjuk menjadi Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI. Di penghujung tahun 1949, ia diangkat menjadi KASAD.

Adalah merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, bahwa bangsa kita pernah dikaruniai seorang putra bangsa sekaliber almarhum Jenderal Besar TNI (Purn) DR (Hc) H. A H Nasution, seorang Jenderal yang sangat lurus bersahaja. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa beliau merupakan salah satu peletak dasar-dasar pembentukan TNI, khususnya TNI AD.

Beliau juga merupakan sosok pemikir sejati, dimana buku beliau yang fenomenal, yakni “Pokok-Pokok Perang Gerilya” (Fundamentals of Guerilla Warfare) telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, serta merta  menjadi bacaan wajib di banyak akademi militer di berbagai belahan dunia yang ditulisnya sendiri tidak dituliskan orang sehingga berpotensi ditambah dikurangi yang mengaburkan makna pemikiran sebenarnya.

Kita akan coba ingat kembali nukilan wawancara beliau dengan media pada bulan Desember 1995. Dimana wawancara itu cukup menarik, karena banyak memberikan jawaban terhadap tuduhan-tuduhan yang selama ini ditujukan kepada beliau. Dalam wawancara itu, beliau juga memberikan pemaparan yang lugas tentang bagaimana sebaiknya sikap seorang warganegara dalam beragama & berbangsa.

Setelah membaca pemaran beliau lewat media, MM Partahian Harahap SE Ak secara pribadi –bukan institusi apalagi golongan- sangat setuju dengan pendapat beliau, bahwa kebangsaan bukan berarti penyamarataan maupun penyeragaman total yang menghilangkan serta memangkas habis perbedaan. Perbedaan suku, agama, ras serta golongan itu adalah lumrah, justru merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bagi bangsa kita.

Seorang warga negara tidak harus menanggalkan kesukuan maupun keagamaan serta identitas lain yang melekat pada dirinya hanya atas nama persatuan. Bukan persatuan semacam itu yang dikehendaki dan atau dimaksudkan oleh founding fathers bangsa kita. Justru karena pada hakikatnya berbeda itulah dinamakan “persatuan”, karena sesuatu memang disatukan disebabkan pada hakikatnya berbeda.

Almarhum Jenderal Besar TNI (Purn) DR (Hc) A H Nasution, sebagai salah seorang putera terbaik bangsa, yang pengabdian serta pengorbanannya kepada bangsa ini tidak diragukan lagi, dimana beliau benar-benar dengan nyata (tidak sekedar wacana dan atau mati konyol tertembak tanpa perlawanan) telah berkorban dengan jiwa, keluarga & harta benda, sangat patut kita teladani, dan atau kita tidak bisa meneladani seseorang tanpa lebih dulu mengenalinya.

Tulisan ini adalah salah satu upaya bagi kita agar kita tidak lupa sejarah, tidak lupa kepada para pendahulu kita, agar kita ingat, bahwa hari ini tidak datang begitu sahaja, melainkan didahului oleh hari-hari di masa lampau dimana para pendahulu kita telah berjuang & berkarya memberikan hasil pengabdian maksimal kepada bangsa.

Eka Trisna Edyanti (cucu alm) dalam sambutan singkatnya pada acara ulang tahun Jenderal TNI Purn. DR (Hc) H. Abdul Haris Nasution pada genap usia 77 tahun, tak sanggup menahan tangis. Air matanya deras meleleh membasahi pipinya. “Saya tak akan melupakan pesan-pesan Opa agar bersujud syukur saat gembira & berwudlu saat sedih,” katanya.

Pak Nas pun tak kuasa menahan haru mendengar sambutan cucunya itu. Matanya tampak berkaca-kaca. Bahkan terlihat air mata itu mulai menggantung di kelopak matanya. Menurut Pak Nas — panggilan akrab A.H. Nasution — yang dimasa tuanya hidup tenang bersama istrinya Johana Sunarti, semula ia tidak ada niatan untuk memestakan hari ulang tahunnya. Namun karena desakan keempat cucunya — Eka Trisna Edyanti (Edi), Marisa Edyana (Icha), Marina Edyana (Ina), Vita, akhirnya ia pun menyerah.

Masih menurut Pak Nas, yang terpenting dari peringatan hari ulang tahun adalah bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat Allah SWT yang berupa panjang usia itu. Dan cara mensyukurinya adalah dengan memperbanyak amal saleh.

Pak Nas lalu mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan banyak amal salehnya, dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang usianya tapi buruk perbuatannya.”

Berbagai pesan moral itu selalu ia pompakan kepada anak-cucunya, bahkan juga kepada anak buahnya ketika ia masih aktif mengemban tugas. Menurut beberapa kenalannya, Pak Nas memang dikenal sebagai tokoh yang “bersih” bermoral, baik ketika masih aktif maupun setelah di luar dinas. “Dalam politik, akhlaqlah yang harus menjadi panglima. Mulailah sesuatu dengan ketaqwaan,” ujarnya kepada media.

Pesan-pesan moralnya tidak hanya terlihat dari jejak langkahnya, tapi juga dari puluhan buku yang ditulisnya sendiri. Karena itu dalam ulang tahunnya yang ke-77, ia justru memberikan sebendel tulisan. Tulisan yang ketika itu masih berupa ketikan di atas kertas HVS. Dalam map warna hijau, pesan-pesan itu terkumpul dalam 3 tema: biografi dirinya yang akan dicetak sebuah penerbitan, sebuah tulisan yang ditujukan buat generasi muda dalam rangka 50 tahun Indonesia merdeka, serta tentang Esa Hilang Dua Terbilang.

“Apa yang tertulis dalam kumpulan buku pesan-pesan saya itu, baca dan atau pelajari. Saya akan kontrol sampai di mana dipelajari & dihayati. Dan jangan ditunda-tunda,” tutur Pak Nas kepada para cucunya. Bendelan tulisan itu diterima cucunya, Edi.

“Tulisan itu agar dibaca semua cucu & pacarnya,” kata Bu Nas menimpali.

Mantan Ketua MPRS ini juga dikenal akan kesederhanaannya. Selain memberikan hadiah tulisan buat para cucunya, Pak Nas juga memberikan bingkisan kepada pembantunya, Alba. Lelaki ini selalu telaten mengurus Pak Nas yang mulai uzur. “Setiap shalat lima waktu, dia selalu menunggui saya,” komentar Pak Nas tentang pembantunya itu.

Lagu-lagu lama maupun lagu-lagu Tapanuli meramaikan suasana. Tapi yang membuat hadirin bertepuk tangan justru ketika Bu Nas meminta lagu Halo-Halo Bandung. “Ini untuk mengenang masa cinta saya dengan Bapak,” tutur Bu Nas yang bertemu Pak Nas di Bandung.

Pak Nas lahir di Hutapungkut, Kotanopan, Tapanuli, 3 Desember 1918. Pria yang pernah menjadi guru partikelir di Bengkulu ini merupakan salah satu peletak dasar pembangunan TNI AD. Ia juga pernah menjadi Wakil Panglima Besar mendampingi Panglima Besar Soedirman.

Pria Tapanuli ini lebih menjadi seorang jenderal idealis yang taat beribadat. Ia tak pernah tergiur terjun ke bisnis yang bisa memberinya kekayaan materi. Kalau ada jenderal yang mengalami kesulitan air bersih sehari-hari di rumahnya, Pak Nas orangnya.

Tangan-tangan terselubung memutus aliran air PAM ke rumahnya, tak lama setelah Pak Nas pensiun dari militer. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, keluarga Pak Nas terpaksa membuat sumur di belakang rumah.

Memang tragis. Pak Nas pernah bertahun-tahun dikucilkan dan dianggap sebagai musuh politik pemerintah Orba. Padahal Pak Nas sendiri menjadi tonggak lahirnya Orba. Ia sendiri hampir jadi korban pasukan pemberontak yang dipimpin Kolonel Latief. Pak Nas-lah yang memimpin sidang istimewa MPRS yang memberhentikan Bung Karno dari jabatan presiden, tahun 1967.

Ketua MPRS Jenderal AH Nasution melantik Soeharto sebagai Presiden RI kedua tahun 1967. Ironisnya Nasution kemudian menjadi salah satu pengkritik Soeharto yang paling vokal setelah kecewa dengan Soeharto.

Pak Nas, di usia tuanya, dua kali meneteskan air mata. Pertama, ketika melepas jenazah tujuh Pahlawan Revolusi awal Oktober 1965. Kedua, ketika menerima pengurus pimpinan KNPI yang datang ke rumahnya berkenaan dengan penulisan buku, Bunga Rampai TNI, Antara Hujatan dan Harapan.

Apakah yang membuatnya meneteskan air mata? Sebagai penggagas Dwi Fungsi ABRI, Pak Nas ikut merasa bersalah, konsepnya dihujat karena peran ganda militer selama Orba yang sangat represif  & eksesif. Peran tentara menyimpang dari konsep dasar, lebih menjadi pembela penguasa ketimbang rakyat yang membuat Pak Nas menjadi salah seorang penandatangan Petisi 50, musuh nomor wahid penguasa Orba.

Namun sebagai penebus dosa, Presiden Soeharto, selain untuk dirinya sendiri, memberi gelar Jenderal Besar kepada Pak Nas menjelang akhir hayatnya. Meski pernah “dimusuhi” penguasa Orba, Pak Nas tidak menyangkal peran Pak Harto memimpin pasukan Wehrkreise melancarkan Serangan Umum ke Yogyakarta, 1 Maret 1949. Dimusuhi tidak membuat Pak Nas menapikan peran Soeharto.

Pak Nas dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya melawan kolonialisme Belanda. Tentang berbagai gagasan & konsep perang gerilyanya, Pak Nas menulis sebuah buku fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, jadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite bagi militer dunia, West Point Amerika Serikat (AS). Dan, Pak Nas tak pernah mengelak sebagai konseptor Dwi Fungsi ABRI yang dikutuk di era reformasi. Soalnya, praktik Dwi Fungsi ABRI menyimpang jauh dari konsep dasar yang lahir dari benak Pak Nas.

Jenderal Besar Nasution menghembuskan nafas terakhir di RS Gatot Subroto, pukul 07.30 WIB (9/9-2000), pada bulan yang sama ia masuk daftar PKI untuk dibunuh. Ia nyaris tewas bersama mendiang putrinya, Ade Irma, ketika pemberontakan PKI (G-30-S) meletus kembali tahun 1965. Tahun 1948, Pak Nas memimpin pasukan Siliwangi yang menumpas habis pemberontakan PKI di Madiun.

Usai tugas memimpin MPRS tahun 1972, jenderal besar yang pernah 13 tahun duduk di posisi kunci TNI ini, tersisih dari panggung kekuasaan. Ia lalu menyibukkan diri menulis memoar.

Sampai pertengahan 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan Pak Nas telah beredar luas. Kelima memoarnya, Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, Masa Orla. Dua lagi memoarya, Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, sedang dalam persiapan ketika itu. Masih ada beberapa bukunya yang terbit sebelumnya, seperti Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid).

Ia dibesarkan dalam keluarga tani yang taat beribadat. Ayahnya anggota pergerakan Sarekat Islam di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Pak Nas senang membaca cerita sejarah. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini melahap buku-buku sejarah, dari Nabi Muhammad SAW sampai perang kemerdekaan Belanda & Prancis.

Pak Nas, panggilan akrabnya, merupakan salah satu tokoh paling senior di Petisi 50. Rekam jejak Pak Nas sejak perang kemerdekaan tak diragukan lagi. Dia adalah konseptor perang gerilya & pejuang kemerdekaan yang tidak mati sia-sia dikaruniai umur panjang dalam memberi keteladanan kepada bangsa kita. Merdeka…!!!

Aparat Negara Wajib Memiliki Jiwa Melayani Kelas Excellent Melebihi Apa Yang Di Harapkan Dalam Artian Positif .

Pada dasarnya pelayanan adalah demi kepuasan pelanggan (Masyarakat) maka dalam setiap penyajian produk apapun-termasuk pendidikan, kesehatan, infratsruktur terlebih pemberdayaan ekonomi kerakyatan-harus dinilai apakah produk yang kita berikan sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam hal ini pelanggan dapat memperoleh pelayanan yang ”basic” sahaja sifatnya, atau kalau lebih baik dan sesuai dengan harapannya kita sebut ”expected”, yang paling baik tentu kalau pelanggan mendapat pelayanan di atas yang dia harapkan, disebut ”excellent”.

Aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, diharapkan memahami bahwa dirinya adalah bertugas melayani bukan untuk dilayani masyarakat, oleh karenanya hendaknya dapat diberikan pelayanan yang prima, dalam arti :

1.    Sensitif & responsive terhadap tuntutan masyarakat, tantangan maupun peluang – peluang untuk peningkatan.

2.   Inovatif kreatif dalam memberikan pelayanan yang bermutu tinggi & memuaskan.

3.   Mempunyai visi ke depan, apa sesungguhnya yang ingin diwujudkan serta dapat mempertimbangkan kemungkinan – kemungkinan adanya resiko serta mengelola dengan mereduksi maupun meminimalkan resiko dengan baik.

4.   Mampu memanfaatkan dengan baik sumber daya yang tersedia dengan metode ilmiah yang sesuai.

5.   Mampu memecahkan masalah yang timbul serta mengambil keputusan dalam upaya peningkatan pelayanan yang bermutu.

Karakter yang diwariskan oleh seorang raja sangat sulit untuk memberi empati terhadap jiwa melayani dengan sungguh-sungguh karena sesungguhnya hidup raja sangatlah tergantung dengan berbagai pelayanan orang-orang yang menghambakan diri dan atau dihambakan dalam sistem kerajaan. Perjalanan sejarah membuktikan bahwa sistem kerajaan tidak sesuai dengan karakter bangsa indonesia yang multi RAS  dalam mewujudkan pembangunan manusia sebagai manusia seutuhnya dengan berprikemanusiaan yang layak sampai kerajaan yang membawa bendera agama sekalipun sehingga dari sabang sampai merauke sepakat untuk memerdekakan bangsa Indonesia secara republik yang mengusung demokrasi sebagai sistem dengan membangun rumusan dasar negara pancasila dan UUD 1945. Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia yang diprakarsai sumpah pemuda dengan ikrar satu bahasa bangsa Indonesia. Artinya gerakan pelestarian sistem kerajaan dalam mengisi kemerdekaan dari sabang sampai  merauke merupakan perlawanan dan atau penistaan terhadap proklamasi kemerderkaan berikut nilai-niali luhur pancasila dan UUD 1945 yang perlu dilawan dalam kerangka bela negara sesuai amanat UUD 1945. Namun peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan yang ada ditanah air gak ada salahnya dilakukan pemugaran sebagai aset bangsa bernilai wisata sejarah yang tidak layak diwarisi siapapun karena gak mungkin menggunakan uang negara dalam mengurus harta pribadi seseorang artinya sudah merupakan harta ganimah atas kedaulatan bangsa Indonesia sehingga merupakan kekayaan seluruh warga negara Indonesia yang secara hukum dinyatakan dalam UU merupakan orang Indonesia asli dan atau orang asing yang diakui kewarganegaraannya secara hukum. Hidupkan imajinasi janganlah hidup dalam imajinasi itu gila namanya. Mindset ini penting karena dalam membangun bangsa kita perlu uniform. Salam NKRI

CEGAH PENYAKIT KAKI GAJAH YUK…!!!

WASPADALAH TERHADAP PENYAKIT KAKI GAJAH ( F I L A R I A S I S )

Penyebab utama dari penyakit ini adalah pertumbuhan yang cepat dan tidak terencana, yang menciptakan banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yang bisa menularkan penyakit seperti riau yang merupakan provinsi yang masih tergolong baru yang sedang berjibaku mengejar berbagai ketertinggalan seperti kemiskinan kebodohan dan infrastruktur (K2i) merupakan daerah emdemis dengan maraknya eksploitasi hutan dan lahan untuk perkebunan yang menyebabkan genangan air dimana-mana terlebih cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrim tak menentu sebentar-sebentar hujan. Pada situasi seperti ini, kita memang perlu waspada terhadap serangan berbagai penyakit. Salah satunya adalah penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh cacing Filariasis dan atau yang biasa disebut orang awam dengan kaki gajah!

Penyakit kaki gajah (Filariasis) merupakan penyakit menular yang disebabkan olek infeksi cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat manahun (kronis) bukan menahan seperti dalam selebaran yang diedarkan para pegiat bakti husada baru-baru ini serta bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan atau alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Bagi bapak-bapak yang sudah merasakan itu seperti bak gajah gak perlu marahlah yuk ambil langkah pengobatan bergitu juga dengan kaum ibu-ibu yang sudah tidak sanggub menahan bak kaki gajah pula bujuklah bapak untuk mau minum obat cacing filaria.

By the way hari ini kan hari jum’at bolehlah berkolaborasi dengan pengurus masjid untuk menghimbau kaum musliminin disekitarnya begitu juga dengan rumah ibadah mingguan dan atau lainnya kiranya dapat bekerja samalah demi keselamatan kita semua pinta MM Partahian Harahap SE AK (pentolan aktivis kampus, program aksi pemberdayaan masyarakat tani nasional, LSM & KPPS) yang juga seorang pemerhati sosial pendidikan dan ekonomi lemah.

MARILAH KITA MENCEGAH PENYAKIT FILARIASIS DENGAN MENGIKUTI PENGOBATAN MASSAL YANG AKAN DILAKUKAN DIBERBAGAI DAERAH KHUSUSNYA DI RIAU!N!

Ciptaan Allah Bersifat Benar Persepsi Kitalah Yang Menyebabkan Sesuatu Realitas Seolah Salah

Setiap  realitas  telah  memiliki  rangkaian  alur  kebenarannya  tersendiri, berupa Sunatullah atau hukum objektif Illahiah. Dengan dan atau  tanpa dipersepsi oleh manusiapun,  fakta benar pada setiap realitas itu sudah seperti itulah adanya (the simple truths).  Tiap realitas fisik, metafisik, dan nilai-nilai kualitatif Ciptaan Allah bersifat benar dan  sedemikian  sempurna kebenarannya (seimbang dalam istilah ekonomi disebut titik ekuilibrium yaitu persinggungan garis penawaran & permintaan dengan kata lain sebagai tempat pertemuan kepentingan yang berbeda untuk dirundingrembukkan dalam bahasa kitanya disebut ruang partahian/pertemuan), sebagaimana diterangkan Al Qur’an (QS Al Mulk : 3 – 4). Atau  rumusannya  :  setiap  realitas  selalu  benar  adanya.    Yang konteksnya bahwa tiap realitas selalu memiliki fungsi kebenaran. Persepsi manusialah yang menyebabkan suatu realitas seolah salah.  Baik karena ketidak-tahuannya (dan atau pun belum tahu itu) sebagai bagian dari  keterbatasan  manusia,  maupun  karena  pengabaiannya  saat proses mempersepsi segala realitas yang Allah Ciptakan serta telah DisediakanNya guna meniti jalan yang lurus, arah yang benar.  Dengan kata lain, suatu kesalahan akan terjadi atau terwujud saat manusia keliru mempersepsi  realitas karena  terbatasnya  referensi ilmu maupun keterbatasan yang melekat pada daya pikir akalnya. Dan  akan  lebih  salah  lagi  alias  niscaya  jadi DOSA,  jika manusia salah  dalam merespon  setiap  realitas.     Yaitu  : mengabaikan dan atau tiada mengikuti  / menyelarasi  setiap hasil olah persepsi menuruti nilai-nilai kebenaran kualitatif yang mutlak sifatnya (Al Qur’an).  Contohnya manusia di jaman dahulu yang belum tahu sifat magnet dan keliru mempersepsinya. Misalkan daya tarik magnet itu karena pada magnet dianggap ada zat perekat mirip getah pohon pinus. Kesalahan seperti itu tidak berakibat dosa bagi para perseptornya. Tapi bisa jadi dosa jika daya magnet itu direspon: ditambahi mitos. Misal magnet dianggap punya daya magis berjenis tuyul dan atau sejenis dewa.  Dan ini jelas berakibat mudharat bagi para perseptornya. Respon dan persepsi yang keliru, baik karena ketidaktahuan maupun  pengabaian,  nampak  seperti dalam  budaya  animisme  yang  sarat akan mitologi, dimana magnet dan atau hal apapun bisa dianggap sebagai sesuatu yang sakral hingga dipuja kelewat ba tas melebihi pentingnya iman seperti candu kehidupan yang diwarisi secara turun temurun sebagai sesuatu hal kebiasaan yang menjadi alat pembenarannya sampai akhli hokum pon melanggar hokum hingga masuk lapas karena pengaruh kebiasaannya.    Bentuk-bentuk mitos dan atau pola pikir mitologis itu jelas jauh dari fakta kebenaran alias salah. Kita katakan salah karena tidak ada satu argumen pendukungpun yang dapat membuktikan kebenarannya, selain khayalan manusia. Terlebih karena bertentangan dengan sumber kebenaran kualitatif Al Qur’an, yang sekian ayatnya telah mengemukakan bahwa pola pikir  yang mengarah hingga  berujung  di  kemusyirikan  (memperTuhankan selain Allah) adalah dosa terbesar yang tak terampunkan. Hal itu justru identik dengan pola mitologis terhadap batu akik yang tak lain  hanyalah  sejenis  batuan  kalsedon  (Chalcedony)  atau  kristal-kristal mineral yang indah berwarna-warni, berunsur SiO2. Namun  karena  telah  dibalut  khayalan  kesadaran  manusia,  sang batu dipersepsi berisi mahluk jin & jun yang derajatnya di bawah manusia.   Maka jadilah mitos sakralisasi yang berakibat syirik.  Bila dahulu pola pikir mitologis lekat dalam budaya animisme, tapi kini mitologi  jauh  lebih  marak  lagi  !     Mitologi  berunsur  respon pengabaian, di abad modern  ini telah dikemas dalam iptek, seni, politik, budaya,  hankam, bahkan agama,  dll.    Sehingga  tampilannya  jadi  halus, seolah benar, padahal : tak kalah sesat dan atau menyesatkan. Musyrikin di jaman dahulu sembahannya bisa magnet, batu besar, pohon rimbun, hingga roti yang dibentuk menjadi dewa sembahan. Di  jaman modern kini, yang disembah  (baca  :  dipertuhankan) bisa bernama  si  Ratu  berikut  si  Roro  Kidul,  embah  jambrong,  sang akik, keris pusaka, parpol, ilmu atau iptek, uang, pangkat, popularitas, kekuasaan, dsb.  Banyak sekali.  Subanalloh…SADARlah man…!!!

Menelisik Prahara Korupsi Di Indonesia Yang Memperihatinkan!!! Indonesia? Kenapa Masuk Dalam Daftar 100 Negara Terkorup Dunia Sementara Wujudnya Seakan Antara Ada Dan Tiada Ditanah Air?

Pada system pelelangan terbuka yang diberlakuakn pemerintah daerah sepertinya masih ada potensi keputusan yang dipaksakan oleh panitia entah dengan alasan apapun itu yang jelas ada kaitannya dengan KKN-lah. Seperti dalam Lelang sebuah proyek misalkan jelas bahwa pembukaan lelang si A menang dengan nilai paling rendah anggap sahaja Rp 4,2 Milyar, tetapi setelah dievaluasi A tetap menang dengan nilainya yang melonjak drastis menjadi 5,9 Milyar. Padahal penawaran lainnya ada yang sebesar Rp 4,8 Milyar atau Rp 5,8 Milyar yang semestinya lebih efisien. Artinya terjadi perubahan mencapai 30%. Apakah itu proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), proyek jembatan layang (play over), proyek pengadaan buku SD-SMA, proyek jalan lingkar, proyek pembangunan kembali Pasar-pasar tradisional dll. Proyek-proyek dengan nilai kecil juga tak luput dari sergapan para koruptor. Misalnya, tentang jual-beli trayek angkutan umum. Sesuai dengan peraturan, tarif trayek misal Rp 175 ribu per trayek per kendaraan namun bisa diperjualbelikan hingga Rp 5 juta per trayek. Disini peran kepala daerah dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah harus mampu menempatkan diri berani transparan terlepas dengan pro kontra yang bakal terjadi, seperti dengan membuat draft Keputusan kepala daerah mengenai perijinan terkait dengan investasi. Mengeluarkan produk berupa Insentif Untuk Investasi (IUI) untuk pajak dan retribusi daerah. Produk ini membuat semacam fasilitas atau insentif bagi investor katakanlah dengan potongan 30% baik untuk tax rate regional atau pun retribusi. Begitu juga dengan pengadaan barang dan jasa yang rentan dikorupsi dengan berbagai model dan atau  modus operandi seperti pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran, pengadaan Buku Pelajaran oleh Dinas Pendidikan, kasus penyimpangan dana di tingkat kelurahan berupa penyimpangan dana desa dll. Seperti masuk ke rekening perorangan yang seharusnya sesuai prosedur yang ada, dana tersebut harus masuk ke nomor rekening atas nama perusahaan yang tercantum pada waktu prakualifikasi berkas. Selain masuk ke rekening perorangan berpotensi terjadi penyimpangan dalam pencatatan dana. bahwa kolusi memang sangat banyak terjadi pada proyek pengadaan barang dan jasa, dan dalam kasus ini yang terjadi adalah karena kesalahan prosedur berupa penunjukan langsung dan terjadinya mark up.  Namun demikian, MM Partahian Harahap SE Ak sebagai pemerhati social, pendidikan, dan ekonomi lemah yang juga aktivis kampus serta berbagai LSM ditanah air melihat yang menjadi penyebab rentan terjadi kasus korupsi karena adanya ketakutan warga atau perorangan untuk melaporkan kasus korupsi itu sendiri. Memang  yang biasanya melapor untuk kasus-kasus seperti ini adalah LSM atau orang-orang yang mengatasnamakan sebuah lembaga padahal UU sebenarnya juga membuka ruang untuk perorangan. Prilaku-prilaku korupsi lainnya di sekitar keseharian masyarakat bahwa korupsi disebabkan adanya pihak ketiga atau lebih sering disebut sebagai calo. Situasi itu terjadi karena kecenderungan dari pengguna lebih memilih menggunakan jasa calo atau biro jasa dengan alasan kepraktisan karena kesibukan, yang secara tidak langsung telah memberikan kesempatan yang mendorong terjadinya korupsi.

Pemberantasan korupsi tidak bisa dilepaskan dari komitmen seorang pemimpin suatu daerah. Beberapa usaha yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengoperasionalkan misi dan Komitmen Terhadap Korupsi tersebut antara lain dengan membuat sebuah kelembagaan ombudsman. Program ini merupakan program kerjasama antara 3 lembaga yang terdiri dari Pemda, perguruan tinggi dan swasta seperti provider telekomuniaksi. Teknisnya program ini dijalankan untuk menampung keluhan-keluhan masyarakat seputar masalah yang mereka hadapi melalui akses Electronical Ombudsman. Namun program ini berpotensi kurang berjalan dengan baik bila terbentur sistem operator yang hanya satu arah sahaja yakni menggunakan 1 provider. Hal itu menjadi hambatan sendiri melihat mayoritas provider pengguna telepon seluler di daerah yang beragam. bisa juga dengan membuka sambungan langsung masyarakat melalui nomor telpon pribadi kepala daerah yang tujuannya adalah apabila ada keluhan maka bisa langsung ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas Daerah (Bawasda) untuk melakukan cek langsung ke lapangan.

Kita tidak menampik komitmen pemimpin selama ini mungkin sudah cukup baik. Dimana pemerintah daerah sudah berupaya untuk meminimalkan korupsi terutama dalam proses pengadaan barang dan jasa, salah satunya adalah dengan mengadakan lelang terbuka, menghapus metode lama seperti pembagian proyek yang penuh dengan kolusi. Kita juga melihat pihak swasta maupun pemerintah sudah berkomitmen untuk melangkah ke arah reformasi dengan mewujudkan transparansi dalam segala hal.

Persoalannya toh negara kita masih masuk dalam daftar 100 negara terkorup dunia, kita tidaklah secepat membalik telapak tangan untuk merasa difitnah karena memang kemiskinan kesenjangan kesejahteraan masyarakat kita masih sangat mudah untuk dijumpai dari sabang sampai merauke yang memberi isyarat bagi kita semua sebagai dampak pengelolaan negara yang kurang baik seperti masih adanya korupsi  bergentayangan dimana-mana dengan berbagai bentuk wujud yang tidak jelas bak syetan kehidupan.

Pemerintah mestinya menaruh harapan pada rakyat untuk ikut berperan aktif dan memiliki inisiatif dalam pembangunan daerah, dengan cara ikut mengawasi proses pembangunan yang sedang berjalan. Komitmen terhadap perbaikan sistem yang menitikberatkan pada kualitas aparat yang baik dan bersih juga menyadari pentingnya dan menjelaskan bahwa pemda memiliki semangat berusaha mengadakan pembenahan dengan mengadakan pembinaan mental bagi seluruh staf pemerintahan yang dilakukan secara berkesinambungan bisa dengan mengadakan forum rutin yang menghadirkan tokoh agama guna meningkatkan moral dan spiritual yang bertujuan untuk memberikan kesadaran secara moral akan dampak buruk dari korupsi. Semua usaha pemerintah sejatinya direncanakan dari elemen paling bawah, serta mengalokasikan dana secara berimbang, sehingga semua aspirasi masyarakat dapat tertampung dan terlaksana dalam kurun waktu APBD periode berjalan. Solusi lain bisa juga dengan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi langsung mengawasi dan memberikan masukan membangun melalui SMS warga serta kotak pos saran tertentu atau telepon langsung dengan pusat pelayanan masyarakat. MM Partahian Harahap SE AK seorang pemerhati ekonomi rakyat kecil menengah yang tidak berada dalam kepentingan asosiasi  rekanan yang juga pernah menjadi aktivis program aksi pemberdayaan masyarakat tani secara nasional tahun 90-an yang dinilai teman-teman cukup vokal dan idealis wajar kalau sangat memahami fenomena yang terjadi ditengah masyarakat, menegaskan sekaligus mendukung bahwa pemerintah daerah mestinya berusaha melaksanakan transparansi sesuai kehendak UU negara, seperti dengan diadakannya lelang terbuka secara murni. Lelang terbuka yang memberikan kesempatan bukan hanya bagi asosiasi dari daerah bersangkutan, tapi juga memberikan kesempatan kepada asosiasi dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi dan mempunyai hak yang sama. Melalui lelang terbuka ini, hanya asosiasi yang berkualitas tanpa memandang daerah asal yang akan keluar sebagai pemenang. Hal ini memberikan persaingan yang sehat dan kompetitif, yang merupakan bagian dari transparansi. Hal tersebut semata atas pemahaman UU negara karena sebagai warga negara yang sah tidak ada salah salahnya memberikan kontribusi buah pikir terhadap kemajuan negaranya sendiri Indonesia tercinta baik pusat maupun daerah, bukankah hal itu dilindungi UU yang dari sabang sampai merauke tentu masih berlaku, dengan penuh rasa nasionalisme berharap tidak ada lagi kemerdekaan lain yang berusaha menistai proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945. Serta orang-orang yang pernah memiliki pemikiran makar terhadap kemerdekaan bangsa kita sudah merupakan kewajiban bersama untuk melakukan pembinaan terhadap mereka melalui saluran apapun yang dianggab efektif untuk itu sehingga kembali sadar atas kewajiban sebagai warga negara dalam hal pembelaan negara sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945 bukan malah menjadi momok dalam perjalanan pembangunan bangsa dengan motif SARA budaya aneh dll. Salam NKRI?!

Berpikir Analitis Menghindari Intervensi Iblis

Manusia adalah satu-satunya mahluk berpikir . Konteks berpikir tersebut adalah berpikir secara analitis yang tidak diberikan Allah SWT pada makhluk lain termasuk iblis.    Lebih  tegasnya  lagi bahwa manusia disebut homo sapiens karena kita satu-satunya mahluk yang mampu berpikir analitis. Kita akan coba uraikan dengan pembahasan yang melibatkan dan atau dipertalikan dengan  berbagai  hal  terdahulu,  seraya  kian membuka  persfektif  pemikiran-pemikiran  baru  yang  akan memperkaya persepsi kita menatap kedepan dalam rangka semoga dapat semakin mempertebal iman kita kepada sang khalik pencipta alam semesta Allah SWT.  Insya Allah

Kita harus menyadari bahwa mahluk-mahluk lain selain diberi kemampuan naluriah juga telah dikaruniai semacam kemampuan berpikir reflektif pula yang memampukannya tidak hanya berlaku instink dan atau bisa berbuat latah tanpa memiliki inopasi tiada henti bak tim creator suzuki.   Atau  lebih  tepat kita katakan  mahluk-mahluk  lain  juga mampu meyakini (mengimani) tiap realitas dengan cara dan berdasar sudut pandangnya tersendiri, yang semua itupun selalu disertai ketaatan kepada Allah dan tiada sedikitpun keluar dari domain Sunatullah. Dan satu-satunya perkecualian akan respon perilaku taat tersebut berlaku pada mahluk sejenis jin pembangkang bernama iblis.

Bila dianalogikan dengan daya persepsi secara refleks dan reflektif pada manusia yang proses dan produknya selalu mutlak, dapat kita katakan  proses persepsi setiap mahluk yang  tetap benar  itu berpola mutlak dan produk persepsinya pun konsisten mutlak pula.

Dalam kenyataannya,  sifat mutlak konsisten melekat pada  semua mahluk dengan berbagai bentuk interpretasinya yang faktawi. Sejak malaikat beserta seluruh mahluk seisi  langit dan bumi yang bersifat mutlak dalam konteks senantiasa tetap benar adanya. Sementara si iblis kelakuannya konstan salah alias mutlak salah. Dan manusia mutlak berada di antaranya.   Kerap benar dan baik, tapi rajin pula melakukan kesalahan hingga berbuat dosa.

Secara umum dapat kita katakan bahwa sebaik-baiknya insan, pasti ada salah hingga wajar disangkakan pernah berbuat dosa. Dan sejahat-jahat manusia, di kesehariannya pun pastilah pula ada perilakunya yang baik + benar. Seperti halnya masih mau tidur (beristirahat), bangun, mandi, pake baju terlepas corak ragamnya, dan atau malah mau bercelana pula, dst.  Kendati semua itu dalam rangka jadi bajingan. Astagfirullahaladzim. Naudzubillah Summa Naudzubillahi mindzalik-lah

Bagi manusia, bersalah dan berdosa memang sebuah keniscayaan. Manusia  selalu  berada  di  antara  realitas  benar  dan atau salah,  yaitu secara faktual tidak mungkin benar terus dan ataupun salah melulu.

Dan bagi manusia pendosa, apapun status serta akidahnya, keniscayaan berdosa  itu kian mewujud, semakin menjadi, dikarenakan respon  perilakunya  selalu  berpola  pencampur-bauran  benar  dan salah  dalam kefasikan seperti halnya perilaku para munafikin yang mengidentikkan ciri khasnya kepada keimanan akan tetapi dalam sepak terjangnya ingkar dengan sunatullah bahkan cenderung terjebak pada perilaku tidak bertauhid dan atau malah anti tuhan.  Oleh  karena  perilaku  berpola-dasar  fasik  itulah maka dosanya pun berpotensi mewujud menjadi dosa-dosa berkaliber besar bak firaun laknatulloh.

Demikian pula keniscayaan bagi  tiap insan untuk benar terus serta terbebas dari dosa.   Yaitu  jika dan hanya  jika selalu memberlakukan perilaku bersifat preventif,  berbentuk  segenap  ikhtiar  untuk  selalu  berada  dalam koridor alur benar, termasuk menjauhi perilaku salah dan berdosa. Dan  semua  itupun hanya  bisa  jika  disertai  kesadaran  untuk selalu memohon pertolongan beserta ampunan Allah SWT . Memohon pertolongan dan ampunan Allah sebagai validator ikhtiar adalah bagian integral dari prinsip berserah diri dalam ketaatan.

Dari  uraian-uraian  proses  analitis tersebut secara tersirat dan tersurat sekurang-kurangnya nampaknya ada 3 aspek/ciri penentu yang melekat dan selalu menyatu di dalamnya, yaitu :

1. Keterbatasan manusia.

Kesalahan persepsi dialektisnya  terjadi karena unsur ketidak-tahuan  atau belum diketahui,  ataupun  adanya hal-hal di  luar kapasitas pikir kita saat memikkiri realitas apapun.

2. Kesempurnaan yang terbentuk secara dinamis.

Dalam proses pikir, baik analitis maupun  reflektif,  selain  ada porsi  individual  (diproses  oleh  diri  sendiri)  juga  dengan  selalu melibatkan pengalaman beserta hasil olah pikir antar manusia seperti peneliti, penulis dll. Suatu persepsi dikatakan salah, jika kemudian diketahui terbukti salahnya.  Dan dengan telah diketahui kesalahan dialektis  seseorang,  hal  itu  akan memicu  dirinya  sendiri  serta  orang lain untuk terus menerus melakukan penyempurnaan.

3. Niat yang mutlak benar.

Ciri ke-3 dan atau ini yang mengawali  tiap proses  analitis yang dialektis itu, ialah niat insan perseptornya pasti ingin benar. Karena dari sisi akal, kategori niat mutlak selalu benar. Tak  seorangpun  di  dunia  ini  yang melakukan  proses  analitis dengan muatan niat salah atau menyimpang dari tujuannya. Di  saat  seseorang memikkiri  cara  bisa  berjalan dari kelumpuhan,  tidak mungkin sekaligus disertai muatan niat yang salah dan atau yang sebaliknya, misal tidak ingin jalan atau ingin terjatuh di saat berjalan.

Ketika  ke-3  aspek  analitis  itu  berproses  secara  selaras mengikuti segenap potensi kecerdasan yang  fitrahnya baik dan benar, maka jangankan hasil olah pikirnya itu jadi benar.   Bahkan setiap akibat yang timbul dari kesalahan dialektis yang terjadi di luar kapasitas dan  tanpa  sepengetahuan  perseptornya  itu, jadinya  tiada  akan  tidak mungkin  tertuju  pada  hal-hal  buruk, melainkan selalu baik serta bermanfaat bagi umat manusia. Bersamaan dengan  itu, maka  seperti  apapun hasil olah pikir  atau kreativitas  tersebut  tidak  akan membuat  sang perseptor  / kreator beserta kreasinya menjadi tercela dan atau terhujat, tapi justru terpuji. Akan tetapi semua itu niscaya menjadi kontradiktif alias memuat unsur yang  saling  bertentangan dan atau  jadi  rancu,  saat  telah  terkontaminasi kerancuan berpikir, yakni  dibarengi persepsi  reflektif yang  salah ataupun ada unsur mendustakan kebenaran kualitatif di dalamnya?

Berpikir analitis faktanya hanya sepola, hanya ada satu pola, yaitu pola tata cara analitis yang itu-itu juga.   Namun ketika  telah  tercemari  rancu pikir dan atau ada muatan dusta di dalamnya, jadinya mestilah kontradiktif dengan ciri-ciri asalnya. Hal-hal kontradiksi itu nampak berdasarkan fakta-fakta sbb. :

Dalam produk pikir yang memuat salah (defect), maka tiap muatan defects  itu  sejak di  tahap prosesnya pun  selalu  sepengetahuan (diketahui man) dan atau mampu diketahui oleh para perseptor / pelakunya. Para koruptor, produsen dan atau pecandu sabu serta segala bentuk kecanduan, ganja, penjarah, penjajah, para diskriminator dengan dalih berbagai kearifan bahkan pelaku maksiat, hingga  kebusukan para  politikus  model  masa  kini  yang  hampir mencapai tingkat kewaspadaan akut mendekati 50 % secara  nasional, mereka semua mampu mengetahui bahwa kreasi / perilakunya itu salah. Karena tahu perilakunya salah (berdefects), maka proses kreasinya pun dilakukan dengan kaidah ngumpet terselubung tersamar dengan suap walau hanya sekedar gorengan, sandi-sandi khusus dan ciri khas tidak berlaku umum, tak mau diketahui umum, dan atau sebenarnya secara instinktif disertai perasaan takut. Tak mungkin perilaku korup, maksiat, dan nyandu putaw dilakukan secara terbuka.

Pola kesadaran perilaku insan beriman! Kita berharap dengan kesadaran niscaya salah dan atau berdosa tentu akan selalu berada dalam batas-batas proporsinya . Yaitu  bilapun  salah, maka menjadilah  itu  sebagai  bentuk-bentuk kesalahan persepsi dialektis yang tak memuat defects, apalagi dosa.  Juga jikapun terperosok pada lubang dosa, jadinya ialah suatu pola kesalahan persepsi  reflektif dalam kategori dosa-dosa kecil yang secara manusiawi teramat sulit dihindari oleh diri setiap insan. Dan dengan selalu disertai memohon ampunan kepada Allah SWT niscaya terbebas dari dosa, karena hanya Allah SWT sahaja Yang mampu Mengampuni bukan yang lain termasuk baju dan atau perhiasan yang kita pakai. Allohua’lam

Pemimpin Nakal Wajib Dimakzulkan. Study Kasus Pelanggaran Etik “Nikah Ceroboh Siri Cerai Kilat” Yang Meresahkan.

Kehidupan sangat sulit lepas dari masalah apalagi menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara yang begitu kompleks terikat dengan berbagai aturan yang semuanya berdasarkan pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara yang kemudian dijelaskan dalam berbagai produk UU, PP, Keppres, kepmen, perda, sampai pada pedoman, standar yang jumlahnya tentu pasti banyak, samalah dengan banyaknya urusan yang ditangani oleh pemerintah dalam melayani rakyat sebagai konsekuensi berbagai kewajiban pajak dan retribusi dll yang dibebankan kepada rakyat  sampai pada zaman otonomi daerah (OTODA) sekarang. Dimana Otoda harus tetap dipandang sebagai instrumen desentralisasi dalam rangka menjaga & mempertahankan keutuhan negara & keberagaman bangsa dengan tidak menyimpang dari konsep dasar dan atau pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terangkum dalam (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Thunggal Ikha). Sehingga dipandang perlu pemahaman dan atau pengetahuan yang cukup untuk mampu mengambil peran dalam roda pemerintahan negara maupun daerah, tentu akan terkesan culun (penggal kata lucu dibalik+n) dalam sebuah negara syarat dengan aturan diurusi orang-orang yang tidak mengerti aturan itu pula, sedangkan rakyat selalu dituntut untuk mengetahui hak dan kewajibannya selaku warga negara. Sudah selayaknya stakeholder pemerintahan menjadi teladan dalam penerapan berbagai produk aturan negara yang berlaku sebagai panutan ditengah-tengah masyarakat dalam perspektif jabatan dipandang sebagai amanah yang mengandung etika dan estetika didalamnya, tentu berbeda dengan kacamata kekuasaan yang berlaku dalam dunia premanisme dimana yang berkuasa dan atau memiliki kekuatan bebas melakukan apa sahaja sekehendakseunekudelnya karena memang menganggab dunia tersebut diatur oleh kekuatan dan atau kekuasaan maka akan sulit diterima logika orang awam sekalipun seseorang yang memiliki aliran premanisme eksperimentalis akan mampu menjadi pelopor  ketaatan terhadap pancasila dan UUD 1945 sebagai sumber dari segala sumber aturan ditanah air yang secara otomatis menutup peluang  kelompok premanisme untuk mencampuri dunia kepemimpinan apapun di negara demokrasi pancasila seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kalau praktek premanisme tetap dipandang sebagai jawaban dalam memberi solusi dalam berbagai hal, artinya kita telah kecolongan dan atau membiarkan ada pembiaran bangsa dalam ancaman bahaya laten KKN yang merusak marwah bangsa dimata dunia internasional yang perlu kita lawan dengan segenab daya upaya penyelamatan kehormatan jasa para pahlawan yang telah gugur dimedan juang dalam merperjuangkan kemerdekaan dengan semangat beresiko tinggi “Merdeka dan/atau Mati”!

Dalam mengisi kemerdekaan legitimasi rakyat jadi sangat penting yang diperoleh seseorang dalam helat pesta demokrasi bernuansa pancasila yang mungkin seorang balon hingga terpilih telah banyak menggelontorkan dana sebagaimana layaknya sebuah pesta yang sejatinya UU tidak menuntut hal demikian dalam menentukan seorang pemimpin di berbagai lini kehidupan ditanah air dan atau juga bukan berarti telah terjadi praktek jual beli kedaulatan rakyat artinya bilamana seorang kepala daerah terpilih (sukses bukan saat terpilih namun ketika program visi misi saat mau dipilih tercapai)  bahkan presiden tidak mengindahkan etika dan estetika dari jabatan yang diamanahkan gak perlu menunggu sampai 5 tahun kemudian kalau indikasi ketidak tercapaian itu sudah terlihat dan atau kelihatan belangnya, cukup 4-5 hari juga bisa deadline untuk diganti dan atau dimakzulkan dengan timing dan cara yang tepat.

Pemakzulan yang lebih populer disebut sebagai impeachment adalah sebuah proses dari sebuah badan legislatif yang secara resmi menjatuhkan dakwaan terhadap seorang pejabat tinggi negara. Pemakzulan bukan selalu berarti pemecatan dan atau pelepasan jabatan, tetapi hanya merupakan pernyataan dakwaan secara resmi, mirip pendakwaan dalam kasus-kasus kriminal, sehingga hanya merupakan langkah pertama menuju kemungkinan pemecatan. Saat pejabat tersebut telah dimakzulkan, ia harus menghadapi kemungkinan dinyatakan bersalah melalui sebuah pemungutan suara legislatif, yang kemudian menyebabkan kejatuhan.

Kasus nikah siri kilat yang dipandang teramat ceroboh dan atau bisa juga sensasi keberanian seorang Bupati untuk memperlihatkan keperkasaan kekuasaan jabatan yang disandangnya dengan mudahnya menendang perempuan jelita muda Fani Oktora setelah menikmat resam madu cintanya menukarnya dengan seonggok materi sebagai pengganti seonggok itu sekaligus untuk tutup mulut telah banyak kalangan memandang sebagai suatu hal yang kontropersial sampai keluar negeri turut mempertaruhkan martabat elite bangsa. Sontak banyak menuai protes bahkan desakan dari berbagai pihak terutama masyarakat Garut sebagai manifestasi kehendak rakyat atas etika dan estetika seorang pemimpin ditanah air agar sang bupati dicopot dari jabatannya untuk memberi efek jera pada elite bangsa lainnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sendiri tidak kalah garang meradangnya atas kasus yang mungkin tidak seheboh kalau dilakukan orang biasa non jabatan penting sebagai public pigur itu hingga menjelaskan mekanisme kemungkinan pencopotan sang Bupati. Seperti banyak dilansir media beliau memaparkan bahwa berdasarkan prosedur, kepala daerah yang akan dilengserkan harus melalui mekanisme sidang DPRD dan harus dihadiri oleh 3/4 anggota dewan dan diusung 2/3 anggota dewan di antaranya dengan menjelaskan apa yang disangkakan merupakan hal kuat dan atau memungkinkan. Bila sudah memenuhi persyaratan itu, maka keputusan pemberhentian atas sidang DPRD tersebut harus disampaikan kepada Mahkamah Agung (MA). Jika MA menyetujui pemberhentian tersebut, maka MA akan mengembalikan lagi keputusan tersebut kepada DPRD setempat dan mengusulkan kepada presiden dengan tempo proses masing-masing 30 hari sudah final pada suatu keputusan. Sebagaimana PP Nomor 6 tahun 2005 dan UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 27(1)f dan 29(2)e.

Pasal 27

(1)     Dalam melaksanakan  tugas dan wewenang sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 25 dan Pasal 26, kepala daerah dan wakil kepala daerah mempunyai kewajiban:

  1. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. meningkatkan kesejahteraan rakyat;
  3. memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat;
  4. melaksanakan kehidupan demokrasi;
  5. menaati dan menegakkan seluruh peraturan perundangundangan;
  6. menjaga etika dan norma dalam  penyelenggaraan pemerintahan daerah;
  7. memajukan dan mengembangkan daya saing daerah;
  8. melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik.
  9. melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah;
  10. menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di daerah dan semua perangkat daerah;
  11. menyampaikan rencana  strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah di hadapan Rapat Paripurna DPRD.

Pada Paragraf Keempat Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Dalam UU No 32 Tahun 2004

Pasal 29

(1)  Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah berhenti karena :

a.    meninggal dunia;

b.    permintaan sendiri; atau

c.    diberhentikan.

(2)  Kepala. Daerah dan/atau wakil kepala  daerah  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diberhentikan karena:

a.  berakhir masa jabatannya dan telah dilantik pejabat yang baru;

b.  tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam) bulan;

c.   tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah;

d. dinyatakan melanggar sumpah/janji jabatan kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah;

e.    tidak melaksanakan kewajiban kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah;

f.   melanggar larangan bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah.

Lain masalah lain pula yang dibahas menyangkut persoalan yang mengapung atas kerancuan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang lahirnya dianggab lebih dominan memperjuangkan hak perempuan tentu akan membingungkan apabila digunakan untuk melucuti hak fani oktora yang dinikahi seorang bupati berdurasi singkat bak sinetron yang katanya hanya empat hari itu, kemudian diceraikan melalui pesan singkat SMS layaknya seperti memesan nasi bungkus sahaja yang dihembuskan media juga sebagai perempuan yang sedang dirundung malang sehingga terjadi perang urat syaraf perihal sah dan atau tidak sahnya sebuah pernikahan dibawah tangan yang mungkin masyarakat awam juga belum begitu paham dengan istilah siri (tidak tercatat), karena setiap perkawinan harus dicatatkan kepada pemerintah sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 2 ;

Pasal 2

(1)     Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.

(2)    Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 6

(1) Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Padahal yang menjadi fosus utama dalam Kasus yang mencuat ke permukaan ini gak lain karena pelakunya notabene seorang pejabat public adalah pantas dan atau tidak, layak dan atau tidak lagi meneruskan jabatan itu. Logikanya “Sebagai pejabat publik, seharusnya memberikan contoh teladan & perlindungan kepada rakyat.  Bukan malah meresahkan rakyatnya sendiri dengan prilaku yang dianggab diskriminatif. Kalau seseorang sudah lupa mekanisme berwudhu yang benar dengan timing dan cara yang patut bagaimana mungkin masih mau dijadikan imam dalam shalat. Apapun alasannya menikahi orang dan menceraikannya dalam waktu singkat merupakan prilaku senonoh dan atau tidak terpuji tidak salah memandangnya sebagai prilaku gangguan kejiwaan terlebih bagi seorang pemimpin yang dituntut untuk lebih mampu dalam hal pengendailan diri dan setiap manusia adalah pemimpin terutama bagi dirinya sendiri. Masa orang yang jiwanya labil tetap dipertahankan sebagai pemimpin sekalipun itu pilihan rakyat artinya rakyat telah terbukti salah pilih dan atau harus dieliminir kemmmbaliii! Jangankan bupati dan atau ketua kelomok (baca ketum parpol) kalau jiwanya sudah labil bisa diam-diam membuat keputusan yang jauh dari logika meletapmeletup dan atau tidak mampu melihat persoalan secara objektif jernih apalagi mengargumentasikannya secara demokratis transparan kecuali hanya mengandalkan hak kekuasan semata menginjak kesetaraan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) menempatkan diri diatas semua kepentingan yang sudah dimotori setan lewat hawa nafsu karena lemahnya iman jadi ketua RT juga gak ada pantasnya lagi berbahaya bro…semoga masalah yang menimpa membuat bangsa kita semakin dewasa dalam prilaku bersikap…!!!

Perbaikan sistem hukum, politik, otonomi daerah, kinerja Badan Usaha Negara sangat krusial dalam memacu peningkatan produksi dalam negeri untuk menghadapi ancaman krisis

Siapa yang tidak tahu bahwa krisis keuangan Amerika Serikat (AS) yang muncul pada 2008 lalu yang berimbas hingga kawasan Eropa, ditanah air hal tersebut tentu akan mengingatkan kita pada krisis moneter yang menghancurkan perekonomian Asia pada 1997. Bagi kita yang mengalami dua kejadian tersebut secara langsung, mungkin akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ini penting, karena seringkali wacana yang berkembang dimasyarakat bisa tidak pas ceritanya yang dipengaruhi kepentingan pribadi dan atau golongan tertentu , tentu saja kesimpulannya juga akan bisa salah yang kemudian akan disikapi dengan cara yang salah pula boro-boro mau menyelesaikan masalah justru akan menambah masalah baru. Perlu kita tengarai bahwa krisis 1997 bermula dari keterpurukan pasar saham yang digoyang pialang josh soros dengan spekulasi membingungkan berimbas pada munculnya situasi ketidakpastian yang menyulut ketidakpercayaan investor sehingga menimbulkan aksi menarik uang dari bursa saham yang memunculkan krisis 1997 yang telah menyebabkan negara harus menghadapi situasi yang kacau menghadapi ketidakpastian akibat ketergantungan pada utang luar negeri. Pada waktu itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk melikuidasi bank sakit, masyarakat pun tambah panik, dan terjadi rush yang memperparah efek krisis. Gejolak pun muncul. Dampaknya luar biasa terhadap ekonomi, harga2 pelak saja melonjak tinggi yang memicu pekikan keterpurukan dimana-mana, itu sudah menyulut suatu gejolak sosial yang dimulai dari gejolak ekonomi yang ditangani secara tidak pas. Bukan main hebat gejolak itu menyulut terjadi perubahan rezim pemerintahan Orde Baru. Reformasi pun bergulir sebagai transisi gerbong demokrasi yang dianggab lebih baik.
Saat ini untuk menangani dampak krisis kita membutuhkan perbaikan sikap & perilaku pemimpin yang pas untuk mencapai konsensus, mencapai sasaran utama ke depan. Untuk itu tentu dibutuhkan pemimpin yang capable yang tidak hanya mampu mengejar legitimasi kekuasaan akan tetapi lebih mampu dalam menjawab semua tantangan yang sedia menghadang masa depan bangsa kita, jangan main-main dengan ancaman krisis, pengaruh krisis global pada ekonomi nasional tecermin pada neraca pembayaran luar negeri yang mencatat transaksi barang, jasa, dan keuangan. Dampak pertama krisis ekonomi global adalah penurunan nilai ekspor karena merosotnya volume dan tingkat harga komoditas primer di pasar dunia. Pada gilirannya, gabungan penurunan ekspor dengan peningkatan impor akan menyebabkan defisit neraca perdagangan kita. Defisit neraca perdagangan juga terjadi karena besarnya komponen impor pengeluaran negara, produksi nasional, investasi, dan konsumsi masyarakat.
Pening katan penganggur di sejumlah negara akan mengurangi permintaan internasional akan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pada umumnya memiliki pendidikan serta keahlian terbatas. Resesi ekonomi global tersebut bukan saja akan mengurangi kiriman uang dari TKI (remittances) ke indonesia, melainkan pemulangan mereka ke Tanah Air juga akan menambah masalah tersendiri.
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, sejatinya penurunan permintaan akan ekspor harus diimbangi oleh perluasan pengeluaran yang berorientasi pada ekonomi dalam negeri. Ekspansi pengeluaran negara hendaknya diutamakan untuk dua hal, yakni mengatasi kelangkaan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan yang menghambat kemampuan kita berproduksi perekonomian nasional. Selain akan meningkatkan kapasitas produksi, pembangunan di kedua sektor ini sekaligus memperluas lapangan kerja. Kelangkaan infrastruktur terjadi di semua sektor, seperti perhubungan darat, laut, dan udara; telekomunikasi; serta listrik yang hidup mati. Prioritas kedua dari ekspansi pengeluaran negara adalah meningkatkan kualitas pendidikan nasional, tanpa tenaga kerja terdidik yang terampil kita tidak mungkin mengolah sendiri sumber daya alam kita, bersaing di pasar dunia, dan membangun infrastruktur yang berkualitas baik, dan atau bagaimana kita membatasi orang sakit berobat ke luar negeri kalau rumah sakit kita lebih banyak menjalin kerja sama dengan jasa pembuat peti mati.
Agar pengeluaran APBN semakin banyak digunakan bagi keperluan pembangunan, pengeluaran untuk konsumsi perlu dikurangi. Sementara itu, program untuk mengentaskan warga dari kemiskinan juga perlu diubah dari sekadar menyediakan beras miskin yang tidak jelas penyalurannya serta bantuan langsung tunai pada pakir usia produktif yang dianggab kurang mendidik menjadi perluasan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin, akan lebih apresiatif kalau BLT tersebut diberikan sebagai beasiswa pada para lansia. Pada zaman Orde Baru, kedua hal ini pernah dilakukan melalui program peningkatan usaha tani, perkebunan inti rakyat, dan industrialisasi yang bersifat padat karya. Selain dari ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia ataupun kurs devisa yang realistis, ekspansi fiskal dan moneter akan bermanfaat bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi jika ada iklim usaha yang baik dan kepastian hukum, perubahan aturan perburuhan agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dengan upah yang layak, perbaikan perizinan usaha, dan kemudahan pemanfaatan lahan.
Hati-hati dipenghujung 2012 ini mulut krisis kembali terbuka sebab akan adanya aliran dana keluar dari Indonesia dalam jumlah besar telah menyebabkan turunnya nilai tukar rupiah belakangan ini, salah satunya disebabkan dana tersebut digunakan untuk pembayaran utang swasta dan pemerintah yang tak lama lagi jatuh tempo.
Menurut Salamuddin Daeng dari Institute of Global Justice pada media nasional internasional Selasa (16/10/2012) , aliran dana keluar dari Indonesia untuk pembayaran utang pada setiap triwulannya, lebih dari Rp 40 triliun. Dana sebesar itu dikeluarkan pemerintah untuk membayar bunga utang dan cicilan utang pokok. Inilah bahaya ketergantugan bangsa kita dengan utang yang tidak dikelola dengan baik dalam menambah produksi dalam negeri. Menjadi ironis memang, ketika arus uang akan mengalir deras keluar negeri, pada saat bersamaan, tidak ada aliran dana masuk dalam bentuk investasi, hal ini akan memicu semangat utang lagi untuk menjaga kestabilan neraca dengan resiko besar yang akan dipikulkan pada generasi bangsa berikutnya, Rasio utang terhadap PDB saat ini seperti yang sudah lazim digembar gemborkan sebagai indikasi keberhasilan pemerintah (27 persen) memang masih di bawah batas maksimum 60 persen kalau hitungannya tidak meleset akan tetapi nilai nominalnya terus melambung tinggi dimana posisi utang pemerintah saat ini lebih dari Rp 2000 triliun, baik dari dalam maupun luar negeri. Sementara itu, posisi utang luar negeri pihak swasta lebih dari Rp 1000 triliun, dari sudut pandang akuntansi angka ini bisa saja turun ke angka 20 % kalau terjadi mark-up besar-besaran disisi lainnya. Krisis yang melanda Uni Eropa dan Amerika Serikat, juga ikut menjadi pemicu melemahnya rupiah ini, disini pentingnya penguatan ketahanan ekonomi nasional dengan tidak mengambil utang yang tidak produktif serta membangun sinerginitas yang baik dengan Negara bangsa-bangsa di dunia. By the way apapun ceritanya kita berharap semoga Indonesia mampu berlayar disela-sela ombak krisis yang sedia mengancam, masa lalu adalah kenangan, kenyataan sekarang yang perlu kita sikapi dengan bijak sehingga masa depan selalu berbuah harapan yang selalu indah. Amin.

Previous Older Entries

Follow me on Twitter

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.143 pengikut lainnya.