RSUD Dumai dirundung isu tak sedap disaat berencana membangun gedung refresentatif 3 lantai dengan sistem proyek multiyears.

Layanan kurang baik yang dikeluhkan pasien RSUD Kota Dumai seperti yang dialami oleh Riko, salah seorang warga Jalan Syarif Kasim, Kelurahan Teluk Binjai. Dirinya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak RSUD kota Dumai sebagaimana diberitakan media yang berujung heboh diportal online dengan berbagai sudut pandang pro dan atau kontra. Bermula Senin (11/02/13), saat bekerja di bengkel tutur riko, mendapat kabar tentang pendarahan yang dialami istri saya. Takut terjadi hal tidak diinginkan akhirnya saya bawa ke RSUD.

“Sesampainya di RSUD langsung diperiksa oleh seorang dokter yang berjaga. Dokter yang bertugas malam itu tidak bisa memberikan kepastian tentang kondisi janin istri saya. Dia bilang, untuk mengetahui kondisi janin harus di USG besok pagi,” lanjutnya.

Kekhawatiran terhadap kondisi janin istri Riko kian memuncak karena janji akan dilakukan USG pada sang istri tidak kunjung dilakukan hingga siang hari.

Kinerja dokter beserta staff RSUD yang dinilai tidak memperhatikan pasien yang berasal dari keluarga susah ini terlihat sejak awal. Semestinya pasien yang sudah diperiksa langsung di transfer ke kamar pasien. Namun sebaliknya, pasien di suruh pulang sementara pemeriksaan terhadap kandungan pasien belum usai komentar dumaiportal.com.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon genggam kepada dr Syaiful selaku Direktur RSUD, justru mengatakan bahwa dirinya tidak punya wewenang terhadap keputusan yang diberikan oleh para dokternya.
“Apapun yang diputuskan oleh dokter di RSUD itu adalah keputusan yang tidak bisa diganggu,” tandasnya pula

Disisi lain managemen RSUD telah mempresentasikan usulan pembangunan gedung tiga lantai itu dihadapan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) dan badan anggaran (banggar) DPRD Dumai dalam pembahasan Kua PPAS RAPBD 2013.

TAPD dan Banggar DPRD  menginginkan agar proyek RSUD tiga lantai yang diestimasikan menghabiskan anggaran Rp.42 Miliar itu dibangun dengan sistem proyek multiyears. “Sejauh ini, setelah pembahasan Kua PPAS, TAPD dan Banggar DPRD Dumai menginginkan pembangunan RSUD tiga lantai dengan sistem multiyears dua tahun,” ujar Direktur RSUD Dumai, Syaiful, kepada Tribun, Senin (11/2).

Dasar Rumah Sakit dibangun adalah untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Dalam perkembangan waktu, sebagaimana juga dengan industri jasa lainnya, salah satu syarat utama agar rumah sakit dapat survive adalah bila mampu memberi pelayanan prima pada pelanggannya. Tuntutan pelanggan terhadap perbagai aspek pelayanan di Rumah Sakit/Klinik dirasakan semakin meningkat, antara lain dengan semakin meningkatnya arus pasien yang berobat ke luar negeri. Dengan berlakunya era perdagangan bebas, maka kedudukan Rumah Sakit/Klinik milik Bangsa Indonesia akan terancam oleh Rumah Sakit/Klinik milik negara-negara asing yang mulai meyerbu negara kita. Hal ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi pengelola Rumah Sakit/klinik di Indonesia. Salah satu solusi dalam meningkatkan daya saing Rumah Sakit/Klinik adalah dengan melakukan tindakan nyata dalam meningkatkan pelayanan di rumah sakit baik yang bersifat medik maupun non medik, terutama yang bersifat Customer Oriented , yang salah satunya adalah bagaimana petugas kesehatan memberikan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga sehingga dengan adanya pelayanan prima ini pasien maupun keluarga akan merasa puas dan nyaman dengan  pelayanan yang diberikan, sehingga mereka akan menjadi sumber ”voice of mouth” yang positif.

Steven Tjong menyatakan bahwa pelayanan prima dilakukan dengan memberi layanan luar biasa setiap kali berinteraksi dengan pelanggan. Dalam menanggani pelanggan harus melibatkan hati, seperti saat jatuh cinta, akan memberikan yang terbaik kepada yang tercinta. Sedapat mungkin dilibatkan semua panca indera, sehingga saat berucap yang terdengar adalah pujian, saat mendengar kritikan serasa pujian, saat melihat timbul perasaan senang luar biasa bila dapat membuat dia tersenyum, saat bergandingan tangan menyelesaikan masalah semua terasa ringan dan setiap tarikan napas memiliki kesamaan dan keteraturan. Apabila melayani dengan sepenuh hati seperti diatas maka akan terasa ”bahagiamu adalah bahagiaku”.

“ Kita berharap kepada seluruh jajaran RSUD Dumai untuk dapat bersikap kooperatif dalam memberikan pelayanan sehingga apa yang telah dirancangbangun tidak terkendala menjadi berangtakan” harap MM Partahian Harahap SE AK. Seraya berharap kepada seluruh stakeholder untuk turut memberi perhatian pada masalah pelayanan kesehatan yang sejatinya sudah menjadi tanggung jawab negara dalam artian tidak ada istilah gratis disitu sehingga dinomorduakan!

http://mimbarriau.com/2012-06/warga-kecam-pelayanan-rsud-dumai-buruk/

http://pekanbaru.tribunnews.com/2013/02/12/rsud-3-lantai-dumai-diusulkan-multiyears

http://www.dumaiportal.com/2013/02/pasien-keluhkan-layanan-rsud-dumai.html

Posted on Februari 14, 2013, in Bapak MM Partahian Harahap SE Ak, Kooperatif, Pelayanan Publik, Pemerhati sosial pendidikan dan ekonomi lemah, Pemuda sederhana bersahaja anti premanisme dan kekerasan yang sangat benci dengan praktek pembodohan dalam kapasitasnya sebagai anak Bangsa Indonesia Putra Daerah Riau Mas Partahian H SE Ak, Representatif, Tanpa Diskriminasi SARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: