Kekhawatiran Kita Terhadap Kenaikan Harga Duo Bawang pengaruhi Laju Inflasi Terbukti

Gambar

Mengutif rilis Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, tingginya inflasi Maret yang mencapai 0,63 persen dipicu oleh lonjakan harga pangan. “Inflasi Maret lalu merupakan yang tertinggi sejak 2008,” ujarnya senin 1 April 2013 dimana 3 hari sebelumnya kita sudah mewanti-wanti bahwa kenaikan harga duo bawang tersebut akan berdampat pada laju inflasi ditanah air yang mungkin sebagian orang malah mencibir kita sok tahu padahal tempe sahaja tidak apalagi yang ada hubungan emosional berkepentingan dengan penyelamatan kelompok kepentingan sebuah parpol yang tega menyandera kepala negara selaku kepala pemerintahan yang sejatinya ada saat dibutuhkan dalam memikirkan nasib ekonomi rakyat sebagai sesuatu amanah yang diembankan sesuai amanat UUD 1945. Bukan malah sibuk mengurusi hal lain yang sifatnya cenderung SARA.

Masih menurut Suryamin kepala  BPS  dijakarta menyebutkan dengan inflasi Maret yang mencapai 0,63 persen, maka laju inflasi tahun kalender (Januari – Maret) 2013 sudah mencapai 2,43 persen. Padahal, target inflasi tahun ini adalah 4,9 persen. Beliau dengan keresahan atas dasar keilmuan sangat berharap kiranya pemerintah lebih focus dan atau bekerja lebih keras mengendalikan harga-harga di bulan-bulan mendatang. Tutupnya.

Target inflasi 2013 4,9 % kalau kita ambil angka rata-rata sebagai alat control sebenarnya 0,41 % perbulan dan atau 1,23 % per triwulan sementara capaian kita sudah sampai pada angka gawat darurat 2,43 % per triwulan masihkah pantas kita untuk berbanyak tingkah untuk hal yang tidak relevansif dengan keadaan. Kita miris menatap masa depan dengan capaian target laju inflasi yang dicotok pada angka 4,9 % yang sungguh sebenarnya belum merupakan angka nyaman untuk sebuah pertumbuhan perekonomian sebuah bangsa. Artinya sisa angka target itu yang tinggal hanya 2,47 % untuk 3 triwulan kedepan dan atau mampukah menahan laju inflasi sampai 0,82 % per triwulan / 0,27 % per bulannya suatu hal yang sangat memantaskan kita untuk tertunduk lemah berujung frustasi untuk menggapainya  kalau masih tetap mengandalkan sikap & prilaku gaya lama kecuali dengan tim khusus bak densus 88 dalam kepolisian sebagai transisi pengendalian harga-harga, persoalannya siapa yang peduli dan  atau mau legowo untuk mundur sahaja sebagai manifestasi dari sikap seorang negarawan yang telah dipertontonkan oleh soeharto kepada kita dimasa lampau dalam menyikapi krismon mencekik leher rakyat yang menggila. Allohua’lam

Disini http://www.fajar.co.id/read-20130402004106-duo-bawang-lesatkan-inflasi-maret

About Tongku Mangaraja Mualim

suka menikmati hidup apa adanya dengan penuh senyum berkah ilahi rabb!

Posted on April 3, 2013, in Inflasi, Negarawan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: