Ekonomi Masih Linier Dengan Matematika

Ilmu ekonomi matematik (mathematical economics) mulai berkembang sejak tahun 1950-an. Sebelum terjadi formalisasi ekonomi matematika dan sebelum dikenal  teknik-teknik canggih dalam analisis matematika ekonomi tersebut  terutama bertumpu pada teknik-teknik analisis grafik dan presentasi. Memang pada tingkat tertentu sangat efektif, tetapi teknik-teknik tersebut juga dibatasi oleh karakter dua dimensional dari selembar kertas. Selain itu juga, teknik-teknik grafik dapat mengemukakan asumsi-asumsi implisit yang signifikansinya mungkin tidak kentara atau sangat sulit dimengerti (Hughes, 2000: 630). Tetapi setelah  tahun 1950-an, terutama yang  ditandai oleh arus perpindahan ahli-ahli matematika menjadi akademisi ekonomi (seperti Kenneth Arrow, Gerard Debreu, Frank Hahn, Werner Hildenbrant), maka ilmu ekonomi matematikpun menjadi berkembang dengan pesat sebagai suatu disiplin ilmiah. Ditinjau dari substansinya dalam ekonomi matematik tersebut, mula-mula digunakannya teori ekuasi simultan (simultaneous equations) oleh Leon Walras, untuk membahas problem ekuilibrium dalam beberapa pasar yang saling berhubungan dengan digunakannya kalkulus oleh  Edgeworth untuk menganalisis perilaku konsumen. Berbagai permasalahan ini tetap berada pada inti ekonomi matematika modern, kendati teknik-teknik matematika yang diterapkan telah berubah seluruhnya. Analisis ekuilibrium umum telah menjadi sangat bergantung pada perkembangan modern dalam tipologi dan analisis fungsional, sehingga pembagian bidang antara  tipe ekonomi matematika yang cukup abstrak dengan matematika murni, hampir tidak jelas sama sekali. Kemudian substansi lainnya adalah teori perilaku konsumen atau  produsen, individual mendapatkan manfaat dan kemajuan melalui teori program matematika dan teori analisis cembung atau covex analysis (Hughes, 2000: 631). Sebagai implikasinya hasil dari penerapan kalkulus digolongkan pada suatu teori umum yang didasarkan pada konsep fungsi nilai maksimum/minimum, yaitu suatu fungsi laba maupun biaya untuk produsen. Hal ini merupakan suatu fungsi kegunaan atau pembelanjaan tidak langsung bagi konsumen. Dengan demikian teori ini menggali hasil kualitas yang menandai berbagai masalah maksimalisasi dan minimalisasi yang saling berhubungan, yang dapat diberi interpretasi ekonom langsung. Seperti halnya kumpulan harga-harga bayangan dengan berbagai hambatan yang membatasi berbagai pilihan yang layak. Pendekatan terhadap teori konsumen dan produsen tersebut mempunyai implikasi–implikasi empiris yang penting dan dapat diuji (Hughes, 2000: 631). Teori ini di up date dari sumber aslinya tanpa melakukan pengrusakan makna dan atau symbol untuk menghindari anggapan adanya rekayasa disipilin keilmuan. Hal ini yang membuat MM Partahian H SE Ak merasa nyaman sahaja dalam menerima tawaran sebagai guru matematika ditingkat Madrasah Aliyah dan SMK yang konsentrasi keilmuannya masih dalam kawasan Ilmu Pengetahuan Sosial dimana suasana darurat yakni belum tersedianya guru dengan spesifikasi khusus dibidang itu namun yang juga legowo menyerahkan amanat tersebut walau sudah merasa klik dengan materi yang diajarkan kepada guru yang jauh lebih muda akan tetapi betul-betul linier dari fakultas dibidang tersebut bukan hanya linier secara keilmuan kendati baru dalam tahap penyelesaian perkuliahaan pada masa itu logika sederhananya kalau tidak diberi kepercayaan kapan yang muda bisa berpengalaman dibidangnya dengan mengeliminir rasa suka dan atau tidak suka dari para siswa sebagai penikmat pembelajaran yang mungkin juga merasa sudah cocok. Karena mengajarkan ilmu adalah amanah menyia-nyiakan amanah adalah khianat sementara perbuatan khianat adalah dosa besar, kenapa kita harus mengambil resiko berbuat dosa terhadap suatau amanah sementara hidup hanya sementara, setidaknya ada rasa malulah. Allohua’lam!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: