Natural Resource Economics

Ekonomi Sumber Daya Alam adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mencoba menerapkan teori ekonomi (khususnya teori ekonomi mikro) dalam pengelolaan sumber daya alam dan energi untuk memenuhi kebutuhan manusia secara optimal (efisien dan efektif) dan lestari . Kajian ini mengantarkan para pegiat ilmu ekonomi keranah kesadaran menjadi peduli atas kelestarian alam sekitar dengan mengelompokkannya pada sebuah teori Ilmu ekonomi sumber daya alam (natural resource economics), yang merupakan  bidang ekonomi yang mencakup kajian deskriptif dan normatif terhadap alokasi berbagai sumber daya alam (yaitu sumber daya yang tidak diciptakan melalui kegiatan manusia, melainkan disediakan oleh alam). Beberapa masalah penting dalam hal ini berkaitan dengan jumlah sumber tertentu yang bisa atau harus ditransformasikan dalam proses-proses ekonomi,  dan keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya antara generasi sekarang dan yang akan datang (Sweeney, 2000: 697).

Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra, maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau non hayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan non hayati terbesar di dunia. Pantaskah rakyatnya miskin melarat?

Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan. Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut. Pembangunan ekonomi tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan berarti tidak berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

Studi mengenai Ekonomi Sumberdaya Alam berorientasi pada pembangunan jangka panjang, artinya, bagaimana agar pembangunan dapat berlangsung secara terus menerus. Kita ketahui, bahwa salah satu faktor produksi adalah Sumber Daya Alam, yang suatu saat dapat habis apabila tidak dijaga keseimbangannya. Jika SDA habis, maka tentu saja pembangunan akan terhenti. Faktor produksi yang lain adalah manusia, manusia tinggal di bumi, yang merupakan lingkungan hidup, apabila kondisi lingkungan tidak diperhatikan maka dapat mengancam keselamatan manusia itu sendiri. Contohnya sekarang terjadi global Warming (pemanasan global) artinya suhu dibumi meningkat. Dari berbagai sumber sepertinya sepakat bahwa penyebabnya adalah:

  1. Efek dari banyaknya rumah kaca.
  2. Penebangan hutan secara sembarangan.
  3. Polusi dari pembakaran kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik.

Jadi dampaknya terhadap manusia sangat jelas, apabila kondisi lingkungan tidak seimbang maka akan terjadi bencana alam seperti banjir dimana-mana, yang mengancam keselamatan manusia sebagai pelaksana pembangunan. Hal ini ternyata telah menjadi perhatian di banyak negara. Oleh karena itu, muncullah yang namanya ISO 14000. Yang merupakan suatu standarisasi mutu produk. Suatu produk hanya dapat mendapat label ISO 14000 apabila telah terbukti tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Aspek-aspek yang dinilai sebelum suatu produk mendapatkan sertifikasi ISO 14000 adalah sejak dari pengambilan SDA, proses produksi, pengolahan limbah, sampai kepada pada saat dikonsumsi. Persoalannya adalah sudahkah aktivitas eksploitasi sumber daya alam kita semuanya memenuhi standar ISO 14000 itu? Kalau sudah artinya berbagai bencana alam yang melanda tanah air adalah cobaan dari Yang Maha Kuasa atas perilaku manusia dibumi yang patut mendapat perhatian khusus serius dari semua kita!

Mengapa pembangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dapat menyebabkan suatu negara yang SDAnya kaya raya bisa menjadi miskin terpuruk bahkan rakyatnya bisa  melarat? Itulah akibatnya apabila kita mengamanahkan pimpinan bangsa baik nasional maupun daerah dan atau lainnya yang tidak memiliki wawasan yang memadai sehingga tidak peduli terhadap pelestarian alam karena memang tidak pernah menimba ilmu dengan serius difakultas ekonomi  menyangkut ilmu ekonomi sumber daya alam / natural resource economics dalam melakukan eksploitasi sumber daya alam secara baik dengan timing dan cara yang tepat benar. Dan/atau merupakan akibat dari mindset yang memandang ilmu ekonomi dari sudut pandang yang teramat amat sangat sederhana.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: