Jalani Hidup Yang Lurus!

Dzat Yang Hak, Yang Maha Benar dan Senantiasa Benar.   Itulah yang hendak dan mesti kita tuju dan titi dalam hidup ini.    Yaitu menuju dan meniti nilai-nilai benar dalam titian rangkaian alur kebenaranNya; dalam koridor nilai-nilai kebenaran Tauhid.

Tauhid adalah intisari seluruh ajaran Islam tentang hakikat iman.   Dengan  mempersepsi  serta  meresponnya  secara  benar,  maka menjadi  layaklah  kita mengharap  ridhå Allah,  yakni  sebaik-baik dan  sebenar-benarnya  sumber  penyebab  berbagai  kenikmatan  di dunia kini dan di akhirat kelak.    Oleh karenanya  Tauhid  harus  jadi  nilai  kebenaran  paling  utama, yang dimengerti, dipahami, serta diamalkan oleh kita selaku umat Islam.    Agar  kita  punya  peluang  untuk  selamat  dan  sejahtera mengarungi bahtera hidup dan kehidupan yang hanya sesaat ini.

Tauhid  adalah  sebuah konsep  atau prinsip yang  sudah kita kenal dan kita ketahui bersama.   Bahkan sejak duduk di bangku SM / TK atau Sekolah  Dasar  pun,  kita  yang  beragama  Islam  sudah  mulai diperkenalkan pada konsep kemurnian keMaha-Esaan Allah ini.

Berdasar  beberapa  sumber  referensi hasil  ijtihad  para  ulama  terhadap nas-nas Al Qur’an, konsep Tauhid dapat diikhtisarkan sbb :

Tauhid Wujud : mengimani Wujud Dzat Allah Yang Maha Maujud (Maha Berada).   Yang Maha Esa dalam Wujud dan MaujudNya. Tak  ada  satu  realitaspun  yang mirip,  apalagi  serupa  dengan Wujud DzatNya [laisa ka mitslihii syai-u (& QS 42-Asy Syuura : 11)].

Dan  tiada  sesuatupun  yang  layak  untuk  disetara  atau disepadankan dengan Wujud dan MaujudNya [lam yakul  lahuu kufuwan ahad  (& QS 112-Al Ikhlaash : 4)].

Tauhid Khåliqiyyah  : mengimani Allah sebagai Sang Khåliq; Sang Pencipta seluruh mahluk dan segenap realitas Kauniyah di semesta alam [qulillahu khaaliqu kulli syai-i (&QS 13-Ar Ra’d: 16)].

Tauhid Rububiyyah  : mengimani Allah  sebagai Råbb Yang Maha Menguasai,  Maha  Pengatur,  Maha  Pengelola,  serta  Maha Mengurusi segenap realitas ciptaanNya.

Tauhid Mulkiyyah : mengimani Allah sebagai Maalikul Mulk, yaitu Dzat Pemilik dan Penguasa seluruh aturan hukum yang benar.

Tauhid Uluhiyyah atau Ubudiyyah : ibadah magdhåh hanya kepada Allah, dan tata-caranya harus menuruti ketentuan Allah.

Tauhid  Sifat  :  mengimani  seluruh  Sifat Allah  yang  serba Maha, yang berbeda, tapi melingkupi setiap sifat semua mahlukNya.

Tauhid Itikad : ekspresi kesadaran berupa tekad dan niat di segenap amal, hanya karena (baca : demi kebenaran) Allah semata.

Tauhid Qåuli  : mengimani  seluruh ayat-ayat Qåuliyah  (Al Qur’an) sebagai Firman-firman Allah yang mutlak kebenarannya.

Tauhid  Amali  :  mengamalkan  seluruh  konsep  Tauhid  tersebut pada segenap wilayah ghaira magdhåh, yang mesti sejalan dan patuh menuruti tuntunan beserta hukum-hukum Allah. Allohu a’lam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: