Lakukan Yang Terbaik!

Mungkin kita semua telah membaca kisah ini beberapa kali lewat pemaparan orang-orang kesohor dalam bukunya dan atau dalam bentuk lain namun tetap ada keinginan untuk menyimaknya kembali sangkin menariknya kisah ini untuk disimak, karena setiap kali membacanya kita tetap diingatkan untuk selalu melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini. Tidak bermaksud latah kami nukilkan kembali untuk konsumsi pribadi/untuk kita semua yang tertarik untuk menyimaknya kembali;

Al kisah begini…seorang tukang (narasi), yang sudah separuh hidupnya di abdikannya untuk bertukang, merencanakan untuk pensiun dan akan menghabiskan waktunya untuk menikmati hari tuanya bersama istri, anak dan cucunya. Tentu saja penghasilannya akan berkurang, namun keluarga ini masih bisa menutupi kebutuhan hidupnya melalui tabungan dan asuransi / jaminan sosial yang diikutinya.

Tentu saja perusahaan dimana dia bekerja, keberatan untuk keputusannya ini, namun mereka juga tidak bisa menghalangi keinginannya. Tukang ini sangat terkenal dengan kerajinan dan keuletannya, sehingga setiap proyek yang dikerjakannya selalu bagus dan mendapatkan penghargaan yang baik dari setiap pelanggan. Itulah sebabnya mengapa pihak perusahaan dengan berat hati menuruti keinginannya.

Akhirnya pimpinan perusahaan berkata, “Baiklah, anda kami ijinkan untuk berhenti, tapi dengan satu syarat.”

Tukang tersebut bertanya, “Apa syaratnya ?”

“Anda harus mengerjakan sebuah rumah. Rumah ini untuk hadiah, jadi buatlah sebagus mungkin dan secepat mungkin. Anda bebas memilih bahan-bahan yang terbaik, sehingga rumah itu benar-benar bagus nantinya.” Kata pimpinan perusahaan tersebut. “Baiklah kalau begitu.”, kata si Tukang.

Karena ini merupakan tugas terakhirnya, dan terus terbayang akan masa pensiunnya, maka tukang ini mengerjakan rumah itu asal-asalan, dengan bahan yang asal ada bentuknya pun asal jadi. Dia tidak mau bersusah payah mencari bahan terbaik, atau mengerjakan dengan baik. Akhirnya rumah tersebut telah selesai seadanya, dan diserahkan kepada Pimpinan perusahaan.

“Baiklah, saya serahkan kunci ini kepadamu, dan sekarang ini adalah rumahmu. Kami sangat bereterima kasih atas jasamu selama bergabung dengan perusahaan, dan inilah yang dapat diberikan oleh perusahaan, sebagai hadiah atas pengabdianmu selama ini.”, kata pimpinan perusahaan itu.

Bisa kita bayangkan bagaimana kecewa dan menyesalnya si Tukang. Seandainya dia tahu sebelumnya, pasti dia akan membangun yang terbaik, dengan bahan yang terbaik. Kita tidak tahu tentang masa depan dan hari esok. Hal ini mengingatkan kita, untuk melakukan dan mengerjakan yang terbaik untuk setiap pekerjaan dan tanggung jawab kita. Apa yang kita lakukan saat ini, akan berpengaruh pada masa depan kita nantinya. Apa yang kita tuai saat ini, adalah apa yang kita tabur pada waktu lalu. Allohua’lam. Semoga Kisah ini jadi inspiratif menggugah mengajar kita untuk selalu melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, apapun profesi kita tetaplah profesional. Succes is our right all. Amin!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: