Perempuan Harus Pintar !

Bidadari berwujud manusia ciptaan Allah SWT pernah menyambangi Mualimpersi’s blog dengan membawa hidangan nuansa reliji wisata hati, berikut hidangan rasa suguhannya :

“Dari syaikh abu muhammad jibril mengatakan bahwa penyelidikan para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa meskipun wanita telah dewasa, namun tingkah lakunya masih seperti anak2, tabi’atnya manja, merajuk membingungkan, suka menangis yang kadang kita tidak tahu sebabnya, putus asa tanpa harapan, iba hati yang sangat dalam, pendirian yang mudah berubah-ubah bak siang dengan malam dan ketabahan yang mudah tergoyahkan. oleh sebab itu diperlukan pendidikan, pembelajaran dan bimbingan yang cukup memadai jika tidak akan mengancam segenap lingkungan masyarakat akibat kebodohan wanita, hakikatnya wanita adalah fitnah dan ujian terbesar yang dahsyat jika tidak diiringi oleh iman dan ilmu.”

Lalu menyuguhkan pertanyaan “apakah ini suatu pembenaran atau kebetulan belaka dengan 3 buah tanda tanya ???”

Yang secara spontan kita menjawab dalam hati “Wow maunya apa sih gitu yang dibarengi juga dengan 2 x lipat tanda tanya yang sama??????”

Wow ada potensi emergency disini!

Coba kita simak sejenak pemberitaan terkait perempuan yang menjanda dan atau dijandakan, apakah mereka ditakdirkan untuk janda?;

Sedikitnya 245 juta perempuan di dunia kini menyandang status janda, dan lebih dari 115 juta di antaranya hidup miskin. Demikian studi terbaru yang disusun istri mantan Perdana Menteri Inggris
Tony Blair, Cherie Blair, yang dirilis VIVAnews Selasa, 22 Juni 2010. Kondisi paling menyedihkan dihadapi oleh dua juta janda di Afganistan dan sedikitnya 740 ribu janda di Irak, yang kehilangan suami karena perang dan konflik berkepanjangan. Kondisi buruk juga harus ditanggung oleh para janda dan anak-anak mereka yang diusir dari rumah keluarga di sub-Sahara Afrika, para janda tua yang merawat cucu yatim piatu di tengah krisis HIV/AIDS, dan janda berusia 7-17 tahun di negara-negara berkembang.

“Di seluruh dunia, janda menderita akibat perlakuan diskriminatif dan kekerasan,” kata Blair. “Dalam banyak kasus, mereka terdesak ke masyarakat marjinal, terjebak dalam kemiskinan, dan rentan menerima
tindak kekerasan dan eksploitasi.”Menurut Blair, mereka dijauhkan dari aset dan properti suami serta
diusir dari rumah keluarga. Karena tidak memiliki uang, janda-janda malang itu tidak bisa membiayai anak-anak mereka. Menurut laporan tersebut, negara dengan jumlah janda terbanyak pada tahun 2010 adalah China dengan 43 juta janda, disusul India dengan 42,4 juta janda, Amerika Serikat dengan 13,6 juta janda, Indonesia 9,4 juta janda, Jepang 7,4 juta janda, Rusia 7,1 juta janda, Brazil dengan 5,6 juta janda, Jerman dengan 5,1 juta janda, serta Bangladesh dan Vietnam, masing-masing sekitar 4,7 juta janda.
Blair berada di New York untuk meluncurkan laporan berjudul “Invisible Forgotten Sufferers: The Plight of Widows around the World,” yang dirancang oleh Loomba Foundation. Yayasan tersebut bekerja di sejumlah negara untuk membantu kaum janda dan mendidik anak-anak mereka. “Hanya ada sedikit sumber daya di dunia ini yang tersedia untuk membantu kaum janda memperoleh kondisi yang lebih aman dan atau nyaman, serta meningkatkan kualitas dan mengejar keadilan bagi mereka sendiri,” kata salah seorang pendiri yayasan, Veena Loomba. Loomba mengatakan, itulah alasan mengapa yayasannya berkampanye
untuk memasukkan isu kaum janda dalam agenda Perserikatan Bangsa Bangsa, dan mengupayakan agar 23 Juni ditetapkan sebagai “Hari Janda Internasional” untuk meningkatkan kesadaran akan krisis yang dialami kaum janda. (Associated Press)

Di Indonesia setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai hari Kartini sebagai upaya melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Menyikapi hal ini 1 kalimat bijak dari seorang pria fans berat pengagum & pecinta ibundanya :

” Perempuan Itu Harus Pintar!.” ujar MM Partahian H SE Ak singkat.

Sebab perempuan lah yang akan mendidik anak-anak dan keluarganya kelak. Perempuan lah yang akan mengajarkan budi pekerti, cinta kasih, dan pengetahuan bagi anak-anaknya. Jika ingin anak yang terdidik, maka jadilah ibu yang terdidik. Pilar sebuah negara adalah perempuannya. Jika perempuannya baik, maka baiklah negara itu kenangnya menirukan penuturan ibu guru PPkn ketika sekolah. Perempuan memang harus memiliki wawasan yang luas. “Harus pintar sebab kalau tidak pintar tentu tidak akan bisa mengajarkan anaknya tentang segalanya,” Ungkapnya tulus penuh kesungguhan dengan nurani hati yang dalam.

Secara politis Bung Karno juga pernah berujar yang ditujukan untuk semua rakyat terlepas itu laki-laki dan atau perempuan, tua muda kaya maupun miskin, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit!”.

Ya! Setinggi langit. Sebab toh meski tidak sampai memetik bintang, namun bisa mencapai bulan. Sebuah pencapaian luar biasa ketika orang lain hanya mampu menggapai awan, yang bahkan keluar dari orbit Bumi pun tidak.

Allah SWT tidak membelenggu manusia, kenapa manusia mau membelenggu manusia lain, patut dipertanyakan Tuhannya apa?.

Orangtua siapapun selalu mengajarkan bahkan sebelum kita lahir. Jadilah orang yang pintar, orang yang hebat pintanya. Orang hebat itu jodohnya dengan orang hebat adalah mimpi semua orang tua. Orang pintar itu akan memberikan manfaat bagi manusia lain harapbangganya. Sebab menjadi orang biasa-biasa itu mudah, tapi untuk menjadi orang luar biasa itu diperlukan KEBERANIAN BESAR. Success is our right all, semua orang berpeluang sama untuk sukses dan menjadi besar. Yang membedakan hanyalah KEBERANIAN untuk MENJADI BESAR kenang semua ayah.

Hidup hanya satu kali. Dan hanya ada satu kehidupan. Bukankah manusia diciptakan bukan untuk bermain-main? Sebab ada sebuah alasan mengapa Tuhan menciptakan sebuah kehidupan yang berasal dari rahim. Jangan sampai ketika masa sudah berlalu dan semesta telah binasa, lalu kita dipertemukan denganNya untuk ditanya “Hal baik dan luar biasa apa saja yang kita lakukan dengan akal yang diberiNYA selama di dunia?” Mungkin saja hanya mampu tertunduk, apa mesti menjawab “Wow gitu.”?

By the way manusia butuh berubah. Jika tidak berubah maka ia akan punah but dibalik perubahan ada satu yang kekal, yang tetap, yang esensial yakni Jiwa tetaplah memakai jiwa perempuan jangan pula sebaliknya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: